
Pantau - Presiden Prabowo Subianto menyatakan Kepolisian Negara Republik Indonesia lahir dari rakyat dan harus terus menghayati perannya sebagai polisi rakyat.
Pernyataan tersebut disampaikan saat peresmian dan groundbreaking 1.179 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi serta peresmian 18 gudang ketahanan pangan Polri di Palmerah, Jakarta Barat.
“Jadi sebagaimana tentara Indonesia lahir dari rakyat dan jadi harus selalu menjadi tentara rakyat, polisi kita lahir dari rakyat, harus selalu menjadi polisi rakyat. Itu yang saya selalu anjurkan dan sekarang pimpinan-pimpinan Polri menghayati itu,” ujar Presiden.
Ia menilai Polri memiliki karakter dan kepribadian berbeda dengan kepolisian di negara lain karena lahir dalam konteks perjuangan kemerdekaan.
Keamanan Bangsa Ditentukan Cinta Rakyat
Presiden berpandangan keselamatan dan keamanan bangsa sangat ditentukan oleh rasa cinta rakyat terhadap bangsanya.
“Keselamatan suatu bangsa, keamanan suatu bangsa terletak dalam cintanya rakyat terhadap bangsanya. Rakyat cinta kepada bangsa, negara kuat. Dan polisi dan tentara adalah wujud dari suatu bangsa. Yang pertama dilihat oleh rakyat di tempat terpencil, polisi dan tentara,” katanya.
Dalam konteks tersebut, aparat keamanan khususnya TNI dan Polri dinilai sebagai representasi nyata negara yang pertama hadir dan terlihat oleh masyarakat terutama di wilayah terpencil.
Presiden menyebut penghayatan terhadap peran, sumpah, dan tanggung jawab sebagai aparat negara akan mendorong TNI dan Polri menjaga sikap serta memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat.
Apresiasi untuk TNI dan Polri
Presiden menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas peran TNI dan Polri sebagai pelindung dan pengayom rakyat.
“Saya terima kasih TNI dan Polri, sungguh saya terima kasih. Saya bangga,” ucapnya.
Sejumlah menteri dan kepala lembaga hadir dalam acara tersebut antara lain Zulkifli Hasan, Djamari Chaniago, Prasetyo Hadi, Teddy Indra Wijaya, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, Dadan Hindayana, dan Taruna Ikrar.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








