
Pantau - Polri menjaga keamanan di Bandara Korowai Batu, Boven Digoel, Papua Selatan, usai insiden penembakan pesawat Smart Air yang terjadi pada Rabu, 11 Februari 2026.
Pengamanan diperkuat pada Jumat, 13 Februari 2026 pukul 14:44 WIB sebagai respons atas peristiwa penembakan yang menimpa pesawat perintis tersebut.
Kadiv Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir menyampaikan bahwa Polri bersama TNI langsung melakukan pengamanan setelah kejadian tersebut.
Ia mengatakan, “Polri, dalam hal ini kawan-kawan di Polda dan kawan-kawan TNI yang ada di Papua, berupaya untuk memastikan keamanan dan keselamatan penerbangan sipil yang ada di bandara-bandara perintis yang ada di tanah Papua. Sejauh ini, khususnya yang untuk di Korowai, perkuatan keamanan cukup.” ungkapnya saat ditemui di kawasan Jakarta Barat, Jumat.
Komitmen Jaga Keselamatan Penerbangan
Penguatan pengamanan itu disebut sebagai komitmen TNI-Polri untuk menjamin keselamatan masyarakat karena transportasi udara menjadi sarana vital di wilayah tersebut.
Ia juga menyatakan, “Karena kondisi dan karakteristik geografis di Papua yang transportasi udara merupakan urat nadi untuk konektivitas, ini sangat penting sekali.” ucapnya.
Mantan Kapolda Papua Barat itu mengungkapkan bahwa wilayah Korowai sebelumnya tidak termasuk dalam daerah Operasi Damai Cartenz karena dinilai relatif aman dan terkendali.
Namun setelah kejadian penembakan, personel Operasi Damai Cartenz dan Polda Papua langsung diterjunkan ke Korowai untuk memperkuat pengamanan.
Ia memastikan masyarakat tetap dapat beraktivitas seperti biasa serta menegaskan bahwa aparat tengah melakukan pengejaran terhadap pelaku.
Ia menyampaikan, “Silakan kembalilah beraktivitas seperti biasa, enggak apa-apa, karena kami sedang melakukan penyelidikan untuk memastikan siapa dari kelompok yang dari Yahukimo ini. Itu yang akan kami kemudian upayakan untuk kejar.” ucapnya.
Dugaan Pelaku dan Proses Penegakan Hukum
Sebelumnya Kaops Satgas Damai Cartenz Brigjen Pol Faizal Ramadhani menjelaskan bahwa pelaku penembakan diduga berasal dari KKB Batalion Kanibal dan Batalion Semut Merah yang dipimpin Elkius Kobak dari Yahukimo.
Ia mengatakan, "Memang dari penyelidikan terungkap bahwa pelaku penembakan adalah KKB Kelompok Kanibal dan Semut Merah yang merupakan kelompok asal Yahukimo." katanya.
Saat ini aparat telah mengerahkan tim untuk melakukan penangkapan terhadap para pelaku dan menegaskan proses penyelidikan serta penegakan hukum akan dilakukan secara terukur dan profesional guna melindungi, memulihkan, serta memberikan rasa aman kepada masyarakat.
Insiden penembakan terhadap pesawat dan kru Smart Air terjadi saat pesawat yang membawa 13 penumpang dari Tanah Merah, Kabupaten Boven Digoel, tiba di lapangan terbang Korowai pada Rabu, 11 Februari 2026.
- Penulis :
- Arian Mesa







