Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Presiden Prabowo Tegaskan Program MBG Dibiayai dari Efisiensi Anggaran Bukan Pemborosan

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Presiden Prabowo Tegaskan Program MBG Dibiayai dari Efisiensi Anggaran Bukan Pemborosan
Foto: (Sumber: Presiden Prabowo Subianto melakukan Groundbreaking pembangunan 1.179 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Palmerah, Jakarta Barat, Jumat (13/2/2026). ANTARA/Andi Firdaus/aa..)

Pantau - Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak menghambur-hamburkan uang negara, melainkan dibiayai dari hasil efisiensi anggaran pemerintah.

Pernyataan tersebut disampaikan saat agenda Groundbreaking 1.179 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi di Palmerah, Jakarta, Jumat.

"Mereka meramalkan proyek ini (MBG, red), pasti gagal. Program ini menghambur-hamburkan uang," katanya saat berpidato.

Presiden mengungkapkan sejak awal peluncuran MBG dirinya kerap dituduh menghamburkan anggaran negara, termasuk oleh sejumlah kalangan terdidik yang meragukan efektivitas program tersebut.

Ia menegaskan anggaran MBG diperoleh dari pemangkasan kegiatan yang dinilai tidak produktif dan berpotensi menimbulkan kebocoran.

"Padahal saudara-saudara, uang ini (MBG, red) adalah hasil penghematan, hasil efisiensi dari anggaran yang saya dan tim saya yakin kalau tidak kita hemat, uang ini akan dimakan oleh korupsi, akan dihabis-habiskan untuk memperkaya oknum-oknum pribadi-pribadi," katanya.

Pemerintah, lanjut Presiden, mengurangi praktik pemborosan seperti rapat, seminar, dan perjalanan dinas yang tidak memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Investasi Jangka Panjang Atasi Stunting

Efisiensi anggaran dilakukan untuk mencegah kebocoran dan potensi korupsi sekaligus mengalihkan dana negara ke program yang berdampak nyata bagi rakyat, khususnya kelompok ekonomi lemah.

Presiden menilai kritik terhadap kebijakan publik merupakan hal yang wajar dalam sistem demokrasi.

Ia menekankan program yang menyasar kebutuhan gizi anak-anak dan kelompok rentan harus dipandang sebagai investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa.

Presiden menjelaskan kekurangan gizi menyebabkan sel-sel tubuh, termasuk sel otak, tulang, dan otot, tidak berkembang secara optimal.

Kondisi stunting juga dikaitkan dengan proses pemiskinan masyarakat dengan angka stunting saat itu tercatat sekitar 25 persen dari anak-anak Indonesia.

Penulis :
Ahmad Yusuf