Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Menteri Pertanian Gandeng Pramuka Wujudkan Swasembada Pangan Nasional Lewat Penanaman Massal

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Menteri Pertanian Gandeng Pramuka Wujudkan Swasembada Pangan Nasional Lewat Penanaman Massal
Foto: Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (ketiga kanan) didampingi Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka Budi Waseso (kedua kanan), memberi keterangan kepada media usai dilantik sebagai Majelis Pembimbing Saka (Mabisaka) Taruna Bumi di Jakarta, Jumat 13/2/2026 (sumber: ANTARA/Harianto)

Pantau - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melibatkan anggota Pramuka Saka Taruna Bumi dalam upaya mewujudkan swasembada pangan melalui edukasi dan aksi penanaman guna meningkatkan produksi demi ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan.

Edukasi dan Aksi Penanaman Bersama Pramuka

Andi Amran Sulaiman menyatakan "Kita sepakat majukan (pertanian, perkebunan dan hortikultura) Indonesia lewat Pramuka", ungkapnya usai dilantik sebagai Majelis Pembimbing Saka (Mabisaka) Taruna Bumi di Jakarta.

Gerakan bersama Pramuka diyakini mampu mempercepat peningkatan produksi dan kemandirian pangan, sekaligus membangun kesadaran masyarakat untuk menanam komoditas pertanian, perkebunan, hingga hortikultura bernilai ekonomi tinggi di rumah tangga dan pekarangan sendiri.

Indonesia dapat maju melalui gerakan Pramuka dengan aksi penanaman bibit perkebunan hingga hortikultura secara serentak pada peringatan Hari Pramuka setiap 14 Agustus, yang berpotensi memberi dampak besar bagi lingkungan dan pangan secara nasional.

Andi Amran menegaskan "10 (bibit pohon) saja (yang ditanam) di Hari Pramuka tanggal 14 Agustus, (di kali 25 juta anggota Pramuka) itu (menghasilkan) 250 juta pohon. (Jika) dilakukan 10 tahun, itu akan menggemparkan dunia."

Komoditas yang didorong untuk ditanam mencakup tanaman dengan permintaan tinggi seperti kelapa, mente, kakao, kopi, durian, serta cabai skala rumah tangga untuk membantu pengendalian inflasi pangan di berbagai daerah Indonesia.

Contoh keberhasilan lokal, cabai di Gorontalo tidak pernah naik harga karena setiap rumah menanam cabai sendiri dan tidak bergantung pada pasokan pasar.

Andi Amran menyatakan "Ada cabai di Gorontalo tidak pernah naik, kenapa? Setiap rumah punya cabai dan tidak belanja di pasar. Nah, kalau gerakan ini (dilakukan) 25 juta (anggota Pramuka), kita berdayakan, ini bisa merubah perwajahan dunia dan Indonesia menjadi pemimpinnya, pemimpin pangan dunia."

Kementerian Pertanian menyiapkan anggaran Rp9,9 triliun untuk meningkatkan produktivitas perkebunan secara keseluruhan sebagai dukungan mempercepat produksi dan meningkatkan kesejahteraan petani.

Program penanaman dan pengembangan perkebunan ditargetkan menjangkau 800 ribu hektare, berpotensi menciptakan 1,6 juta lapangan kerja, sekaligus membuka peluang hilirisasi komoditas bernilai tinggi bagi perekonomian nasional.

Dukungan Pramuka untuk Ketahanan Pangan

Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Budi Waseso menyatakan pelantikan Menteri Pertanian sebagai Mabisaka Nasional Taruna Bumi bertujuan memperkuat dukungan terhadap program swasembada, ketahanan, dan kedaulatan pangan nasional.

Budi Waseso mengatakan "Hari ini kita lantik Pak Menteri (Pertanian) sebagai Mabisaka Nasional dari Taruna Bumi. Kekuatan atau program negara kita melalui Pak Presiden (Prabowo Subianto) adalah swasembada pangan, menuju ketahanan pangan dan kedaulatan pangan. Ini sudah kita lakukan."

Gerakan Pramuka mendukung penuh program pemerintah dengan menghidupkan kembali semangat swasembada pangan melalui gerakan nyata, termasuk penanaman pohon serentak pada Hari Pramuka secara nasional.

Budi menegaskan "Pramuka mendukung program itu dengan kita melakukan langkah-langkah upaya menghidupkan kembali semangat untuk swasembada pangan itu. Di antaranya kita akan melakukan penanaman serentak pohon (bibit perkebunan) di Hari Pramuka akan datang."

Dalam waktu dekat, Pramuka akan menyelenggarakan Jambore Himpunan Kerukunan Tani Indonesia dan nelayan di Cibubur dengan target puluhan ribu peserta sebagai momentum menyemangati generasi muda mendukung swasembada pangan bertahap.

Jambore Nasional pada 13 Agustus 2026 mengusung tema swasembada pangan nasional sekaligus membangun citra baru petani milenial yang produktif, modern, dan mampu memanfaatkan teknologi pertanian secara optimal.

Setiap anggota Pramuka diwajibkan menanam minimal sepuluh pohon di rumah masing-masing sehingga dengan 25 juta anggota berpotensi menghasilkan sekitar 250 juta pohon.

Pramuka juga akan menjadi agen penyuluh pertanian di daerah sesuai potensi lokal, mempraktikkan produksi di lahan tidur, serta mendorong regenerasi petani untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.

Budi Waseso menjelaskan "Ini yang kita bangun adalah generasi-generasi muda petani milenial. Yang nanti kita bisa mengolah dengan teknologi, dengan ilmu pertanian yang benar sehingga hasilnya akan maksimal."

Dia menambahkan “Selama ini kan tenaga kita terbatas, maksudnya tenaga di kementerian untuk menyuluh pertanian di wilayah-wilayah. Dinas pertanian juga di daerah juga terbatas. Maka dengan memanfaatkan kekuatan Pramuka ini diharapkan ini bisa lebih maksimal.”

Penulis :
Arian Mesa