
Pantau - Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani menyoroti status pengelolaan Taman Mayura di Kota Mataram yang hingga kini belum terdaftar sebagai cagar budaya tingkat nasional.
Hal tersebut disampaikannya dalam kunjungan kerja Panja Cagar Budaya Komisi X DPR RI di Provinsi Nusa Tenggara Barat pada 11 Februari 2026.
Lalu Hadrian menilai Taman Mayura memiliki nilai historis tinggi sebagai saksi lahirnya Kota Mataram sehingga perlu mendapat perhatian serius pemerintah pusat.
Ia mengatakan, “Ya tentu, dengan hadirnya kami di sini, revitalisasi Taman Mayura akan kami usahakan,”.
Menurutnya, Taman Mayura bukan sekadar taman rekreasi melainkan lokasi sakral yang menyimpan memori kolektif pembentukan Kota Mataram.
Ia menjelaskan, “Mayura ini merupakan salah satu tempat yang sakral, menjadi saksi sebuah kota yang namanya Mataram hari ini, saksi sejarah. Kota Mataram ada di sini, salah satunya,”.
Lalu Hadrian membandingkan kondisi tersebut dengan Taman Narmada di Lombok Barat yang telah terdaftar resmi sebagai cagar budaya nasional.
Ia menyatakan, “Di Lombok Barat, Taman Narmada sudah terdaftar, teregistrasi. Tinggal Taman Mayura ini, belum teregistrasi secara nasional,”.
Menurutnya, status registrasi nasional menjadi kunci untuk membuka akses anggaran dari pemerintah pusat bagi pemeliharaan dan revitalisasi situs bersejarah.
Ia menambahkan, “Kalau sudah teregistrasi, maka teregistrasi itu sebagai nomenklatur. Kalau sudah ada nomenklaturnya, maka pengajuan anggaran dan sebagainya insya Allah akan lebih mudah,”.
Komisi X DPR RI berencana berkoordinasi dengan Kementerian Kebudayaan di Jakarta untuk memastikan Taman Mayura segera terdaftar sebagai cagar budaya nasional.
Ia menegaskan, “Hari ini, setelah pertemuan ini, kami akan mengecek kembali di Kementerian Kebudayaan dan memastikan Taman Mayura teregistrasi di nasional sebagai cagar budaya dan situs sejarah,”.
Lalu Hadrian juga mendorong Pemerintah Kota Mataram agar lebih proaktif menjaga dan memperhatikan aset sejarah tersebut agar tetap lestari bagi generasi mendatang.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








