
Pantau - Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan penerima manfaat utama Program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah kelompok 3B yakni balita, ibu hamil, dan ibu menyusui, Sabtu, 14 Februari 2026 pukul 14.46 WIB.
Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya menyampaikan penegasan tersebut dalam rapat konsolidasi Program MBG di Provinsi Lampung menyusul masih adanya kekeliruan pemahaman mengenai sasaran utama program.
"Ini juga ada kekeliruan pemahaman seharusnya ketika dapur MBG baru dibangun oleh mitra yang utama dicari atau penerima manfaat itu balita, ibu hamil dan ibu menyusui," ujar Sony.
Ia menjelaskan sebanyak 77 negara telah menjalankan program makan di sekolah, namun Indonesia memiliki keunggulan karena tidak hanya menyasar peserta didik.
"Ini yang merupakan keunggulan dari program MBG ini. Hanya di Indonesia ada program makan yang makanannya diantar ke rumah oleh kader-kader di puskesmas siapa yang mendapatkanya ibu hamil dan ibu menyusui itulah keunggulannya, di negara lain tidak ada," katanya.
Sony menekankan kelompok rentan 3B harus diutamakan karena menyangkut 1.000 hari pertama kehidupan yang menentukan kualitas generasi mendatang.
"Jadi kita bisa lihat bahkan dari dalam perut, dalam bentuk janin ini sudah diperhatikan oleh pemerintah. Jadi pola pikirnya harus disamakan dahulu bahwa yang harus diberi makanan bergizi gratis ini adalah 3B. Ini yang harus diutamakan bukan datang dulu ke sekolah mendata penerima manfaat lalu melakukan kerjasama," ujarnya.
Ia menilai pemahaman awal yang menganggap MBG hanya sebagai makan siang sekolah perlu diperbaiki.
Program MBG disebut ditujukan untuk memastikan kualitas gizi kelompok rentan benar-benar terjamin sejak awal kehidupan sebelum menyasar peserta didik.
"Mari kita rubah pemahamannya dan pahami tujuannya bahwa berikan gizi terhadap kelompok rentan balita ibu hamil dan ibu menyusui baru ditambah dengan peserta didik. Mengapa demikian ini bukan sekedar memberikan makan tapi bagaimana merencanakan Indonesia ke depan, 2045 kita siapkan dari sekarang," kata Sony.
- Penulis :
- Aditya Yohan







