Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

BPBD Bener Meriah Sebut 58 Huntara Sudah Ditempati Warga Terdampak Bencana

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

BPBD Bener Meriah Sebut 58 Huntara Sudah Ditempati Warga Terdampak Bencana
Foto: (Sumber: Warga terdampak bencana hidrometeorologi menempati huntara di Bener Meriah, Aceh, Kamis (12/2/2026). ANTARA/HO-BPBD Bener Meriah.)

Pantau - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh, menyatakan sebanyak 58 unit hunian sementara telah ditempati warga terdampak bencana hidrometeorologi dari total 914 unit yang dibangun dengan progres mencapai sekitar 90 persen.

Kepala BPBD Kabupaten Bener Meriah Safriadi mengatakan puluhan huntara tersebut tersebar di Kecamatan Syiah Utama, Kecamatan Mesidah, dan Kecamatan Gajah Putih.

"Sebanyak 58 huntara sudah ditempati warga. Puluhan huntara yang dihuni tersebut berada di Kecamatan Syiah Utama, Kecamatan Mesidah, dan Kecamatan Gajah Putih," kata Safriadi.

Sebaran dan Kapasitas Huntara

Huntara Blang Rakal diperuntukkan bagi 41 keluarga dan Huntara BP Rimba Raya menampung 36 keluarga.

Huntara RTH Uning Baro menampung 33 keluarga dan Huntara Lapangan Bola Tunyang menampung 222 keluarga.

Huntara Wonosobo menampung 89 keluarga dan Huntara Dry Port Ketipis menampung 84 keluarga.

Huntara GOR menampung 33 keluarga dan Huntara Makmur Sentosa menampung delapan keluarga.

Huntara Muyang Kute Mangku menampung 15 keluarga dan Huntara Mesidah menampung 77 keluarga.

Huntara Tembolon menampung 13 keluarga dan Huntara Wihni Durin menampung tiga keluarga.

Huntara Gerpa menampung 54 keluarga dan Huntara Raya Mulie menampung enam keluarga.

Huntara Rusip menampung delapan keluarga dan Huntara Kantor Camat Bener Kelipah menampung enam keluarga.

Huntara Kampung Timur Raya menampung tujuh keluarga dan Huntara Wih Tenang Uken menampung 17 keluarga.

"Kemudian Huntara Balai Penyuluh Kampung Gelampang Wih Tenang Uken untuk sebanyak 142 keluarga dan Huntara Lapangan Bola Rongga-rongga untuk sebanyak 20 keluarga," kata Safriadi.

Penulis :
Gerry Eka