
Pantau - Prajurit Tentara Nasional Indonesia membangun jembatan gantung sepanjang 120 meter di Desa Burlah, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, wilayah Kodim 0106/Aceh Tengah, Kodam Iskandar Muda, guna membuka akses antardesa pascabencana hidrometeorologi dengan progres pekerjaan telah mencapai lebih dari 50 persen.
Jembatan tersebut menghubungkan Desa Kala Ketol, Desa Burlah, Desa Kekuyang, Buge Ara, dan Bintang Pepara yang sebelumnya mengalami keterbatasan akses transportasi akibat dampak bencana.
Pembangunan didukung penuh TNI Angkatan Darat dari sisi personel dan material dengan melibatkan enam personel Koramil 09/Ketol dipimpin Kapten Inf Iwan Mulyawan serta 13 personel Batalyon Teritorial Pembangunan 854 di bawah komando Serka Hasanudin Hasibuan.
Ditargetkan Rampung Februari 2026
Serka Hasanudin Hasibuan menyampaikan pembangunan ditargetkan rampung pada Februari 2026 sesuai rencana kerja yang telah disusun.
"Pekerjaan terus kami kebut sesuai tahapan. Dengan dukungan personel serta ketersediaan material yang cukup, kami optimistis pembangunan jembatan gantung ini dapat selesai tepat waktu sehingga segera dimanfaatkan oleh masyarakat," katanya.
Tahapan pekerjaan meliputi plaster abutmen angkur seling, perapian jalan masuk jembatan menggunakan mesin bobok beton, pengecatan tiang menara, serta pengelasan tiang menara dengan memperhatikan standar konstruksi demi menjamin keamanan dan ketahanan jembatan.
Dukung Pemulihan dan Mobilitas Warga
Material yang tersedia di lokasi antara lain 490 sak semen, besi berbagai ukuran, 13 truk pasir, serta lima truk kerikil dan batu kerikil.
"Keberadaan jembatan ini diharapkan untuk membuka akses transportasi yang selama ini terbatas, sekaligus mempercepat mobilitas warga dalam menjalankan aktivitas ekonomi, pendidikan, sosial, dan pelayanan kesehatan," katanya.
Pembangunan jembatan gantung tersebut diharapkan mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana serta mendukung aktivitas masyarakat secara berkelanjutan.
- Penulis :
- Gerry Eka







