
Pantau - Majelis Rakyat Papua mengecam keras aksi penembakan terhadap pilot dan kopilot Smart Air yang dilakukan kelompok kriminal bersenjata di Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, pada Rabu (11/2).
Wakil Ketua II MRP Max Ohee menegaskan tindakan tersebut tidak dapat dibenarkan dari sudut pandang hak asasi manusia.
"Dari sudut pandang hak asasi manusia, itu merupakan tindakan yang tidak bisa dibenarkan dan kami mengecam keras aksi dari KKB yang menembak pilot dan kopilot Smart Air." kata Max Ohee di Jayapura.
MRP juga mengecam penembakan terhadap seorang sopir tangki air di Kabupaten Yahukimo serta penembakan terhadap anggota TNI di Kabupaten Mimika yang mengakibatkan satu prajurit meninggal dunia.
"Ini merupakan pelanggaran berat terhadap nilai-nilai kemanusiaan. Kami mengencangkan tindakan ini." ujarnya.
Max Ohee menjelaskan keberadaan aparat keamanan maupun maskapai penerbangan di wilayah Papua bertujuan untuk melayani masyarakat terutama di daerah yang sulit dijangkau.
"Jadi sebenarnya mereka bukan musuh. Sehingga aksi penembakan KKB terhadap masyarakat sipil dan juga aparat keamanan tidak manusiawi." katanya.
MRP menyatakan dukungan terhadap langkah aparat keamanan dalam melindungi masyarakat serta mengimbau seluruh warga menjaga situasi keamanan dan ketertiban di wilayah Papua.
Insiden ini kembali menyoroti tantangan keamanan di sejumlah wilayah Papua yang masih rawan gangguan kelompok bersenjata.
- Penulis :
- Gerry Eka







