Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Fadli Zon Soroti Konsistensi Pemikiran Presiden Prabowo dalam Bedah Buku Politik Akal Sehat

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Fadli Zon Soroti Konsistensi Pemikiran Presiden Prabowo dalam Bedah Buku Politik Akal Sehat
Foto: (Sumber: Menteri Kebudayaan Fadli Zon (berdiri) menyampaikan sambutan dalam acara bedah buku "Prabowo: Politik Akal Sehat Tanpa Panggung" di Jakarta pada Minggu (15/2/2026). (ANTARA/HO-Kemenbud).)

Pantau - Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyoroti konsistensi pemikiran Presiden Prabowo Subianto dalam acara bedah buku berjudul "Prabowo: Politik Akal Sehat Tanpa Panggung" di Jakarta pada Minggu 15 Februari 2026.

Buku karya wartawan senior J. Osdar tersebut memotret konsistensi pemikiran Presiden Prabowo selama puluhan tahun dalam dinamika politik nasional.

Fadli Zon menyatakan langkah-langkah yang dijalankan Presiden Prabowo saat ini merupakan eksekusi dari dialektika pemikiran panjangnya.

Ia mengatakan, "Pak Prabowo tidak berubah. Apa yang beliau lakukan hari ini adalah exercise atau pelaksanaan dari akal sehat itu sendiri," ungkapnya.

Fadli menambahkan, "Bagi Beliau, akal sehat tidak boleh hanya berhenti di ruang diskusi atau perdebatan intelektual, tetapi harus dilaksanakan melalui jalur politik," ujarnya.

Politik Akal Sehat dan Arah Ekonomi Nasional

Fadli menyebut kepemimpinan Presiden Prabowo sebagai manifestasi nyata dari "politik akal sehat" yang berakar pada amanat konstitusi.

Ia menekankan komitmen Presiden Prabowo untuk meluruskan arah ekonomi bangsa kembali pada Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945.

Kebijakan strategis seperti swasembada pangan dan energi serta program makan bergizi gratis dinilai sebagai upaya mengoreksi praktik liberalisasi ekonomi yang berlebihan.

Ia menyatakan, "Pekerjaan besar kita sekarang adalah melakukan koreksi terhadap neoliberalisme," tegasnya.

Fadli juga menjelaskan, "Pak Prabowo ingin mengembalikan ekonomi kita ke jalur konstitusi yang sifatnya imperatif: bumi, air, dan kekayaan alam dikuasai negara untuk kemakmuran rakyat. Itulah ideologi ekonomi strukturalis, atau ekonomi yang menempatkan National Interest First," ungkapnya.

Ia menyampaikan tiga pilar utama pemerintahan Presiden Prabowo yakni pembenahan institusi negara agar tepat fungsi, penerapan intervensi negara yang pas dan terukur, serta koordinasi lintas sektor yang efektif.

Bedah Buku dan Kehadiran Tokoh Nasional

Fadli berharap buku tersebut menjadi ruang refleksi dan pengingat bahwa kekuasaan adalah alat untuk melayani kepentingan nasional dengan ketenangan dan kedewasaan.

Acara bedah buku dimoderatori oleh Effendi Gazali dengan pembicara Jimly Asshiddiqie, Aris Marsudiyanto, Suryopratomo, dan Anindya Novan Bakrie.

Sejumlah tokoh turut hadir dalam acara tersebut di antaranya Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, Anggota DPR RI Aboe Bakar Al Habsyi, pengamat Rocky Gerung, serta para pegiat literasi.

Penulis :
Ahmad Yusuf