Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Emas Tapal Kuda Dinasti Han China Mengingatkan Mahasiswa Indonesia pada Api Kemerdekaan di Monas

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Emas Tapal Kuda Dinasti Han China Mengingatkan Mahasiswa Indonesia pada Api Kemerdekaan di Monas
Foto: (Sumber: Foto menunjukkan para mahasiswa internasional termasuk Indonesia yang sedang mengunjungi Nanchang Relic Museum of Haihunhou State of Han Dynasty di Provinsi Jiangxi, China timur, pada 13 Februari 2026. (ANTARA/Xinhua))

Pantau - Mahasiswa Indonesia yang mengikuti kunjungan budaya ke Nanchang Relic Museum of Haihunhou State of Han Dynasty di Provinsi Jiangxi, China timur, pada 13 Februari 2026, dibuat takjub oleh artefak “Emas berbentuk tapal kuda” dan mengaitkannya dengan simbol “Api Kemerdekaan” di puncak Monumen Nasional Jakarta.

Kegiatan tersebut merupakan agenda khusus yang diselenggarakan Universitas Sumber Daya Air dan Tenaga Listrik Jiangxi bagi mahasiswa internasional untuk merasakan budaya Festival Musim Semi China atau Tahun Baru Imlek.

Dalam kunjungan itu, mahasiswa Indonesia mempertanyakan asal-usul artefak emas dengan bertanya, "Mengapa benda-benda emas ini berbentuk tapal kuda?"

Mereka juga membandingkannya dengan budaya Indonesia yang mengaitkan emas dengan keagungan kerajaan dan kesucian agama serta digunakan sebagai benda upacara di kuil dan perhiasan mahkota bangsawan.

Pemandu museum Li Jiayuan menjelaskan, "Bentuk kuku kuda ini adalah milik kuda Ferghana,"

Ia menuturkan bahwa artefak yang disebut “Emas berbentuk tapal kuda” merupakan "koin peringatan emas" yang dicetak oleh Kaisar Wu pada masa Dinasti Han Barat 202 SM-25 M.

Menurut Li, koin tersebut digunakan sebagai hadiah kekaisaran khusus dan melambangkan bahwa "tapal kuda membawa keberuntungan, dan kekayaan negara yang melimpah ruah."

Artefak emas itu memiliki tingkat kemurnian 99,86 persen serta dihiasi pola garis bergelombang berbeda yang membuat para mahasiswa tercengang.

Mahasiswa Indonesia M Cendekia Almuafa 18 tahun berseru, "Ini luar biasa!"

Mahasiswa Indonesia Rayhan Adinugraha 25 tahun mengatakan, "Ini mengingatkan saya pada 'Lidah Api Kemerdekaan' yang ada di puncak Monumen Nasional di Jakarta,"

Ia menambahkan, "Api emas melambangkan semangat kemerdekaan dan persatuan bangsa kita,"

Almuafa juga menyatakan, "Emas adalah warna kegembiraan dan perayaan di Indonesia, terutama digunakan dalam upacara-upacara penting dan khidmat,"

Ia menjelaskan bahwa di Indonesia pengantin baru saling bertukar perhiasan emas sebagai simbol komitmen abadi.

Setelah mengunjungi museum, para mahasiswa melanjutkan kunjungan ke toko budaya dan kreatif yang mengolah bentuk tapal kuda menjadi magnet kulkas emas, dekorasi meja, dan boneka untuk merayakan "Tahun Kuda".

Rayhan menyampaikan kekagumannya dengan mengatakan, "Masyarakat China sangat kreatif!" sambil menggoyangkan boneka miniatur tapal kuda emas.

Dari tapal kuda emas Dinasti Han di China hingga Api Emas di puncak Monumen Nasional di Jakarta, meskipun terpisah lebih dari dua ribu tahun dan berasal dari peradaban berbeda, keduanya menemukan bahasa yang sama dalam bahan "emas" yang mencerminkan martabat dan upaya bersama untuk mencapai kehidupan yang lebih baik, dalam berita yang ditulis oleh Xinhua dan disunting oleh Ade Irma Junida.

Penulis :
Ahmad Yusuf
Editor :
Ahmad Yusuf