
Pantau - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi meminta setiap dermaga di setiap pelabuhan harus memiliki kapal yang bersiaga untuk mengangkut masyarakat pada periode Angkutan Lebaran 2026.
Permintaan tersebut disampaikan saat rapat koordinasi di Kantor Gubernur Lampung, Bandarlampung, Selasa 17 Februari 2026.
Lampung Jadi Simpul Transportasi Terpadat
Dalam keterangannya ia mengungkapkan, "Provinsi Lampung merupakan wilayah dengan simpul transportasi terpadat, khususnya untuk lintas kendaraan yang melalui pelabuhan, bersama dengan Pelabuhan Merak karena keduanya saling keterkaitan."
Ia menjelaskan bahwa kepadatan Pelabuhan Bakauheni sebagai pelabuhan penyeberangan asal dapat mencapai 813,75 ribu kendaraan.
Sedangkan sebagai pelabuhan penyeberangan tujuan, pergerakan kendaraan di Pelabuhan Bakauheni dapat mencapai 2,94 juta kendaraan.
Ia menambahkan bahwa Pelabuhan Bakauheni menjadi pelabuhan dengan tingkat kepadatan tertinggi kedua setelah Pelabuhan Merak yang memiliki kepadatan sangat tinggi.
Menurutnya, "Dengan kepadatan ini maka kami mengharapkan pengaturan arus mudik Jawa-Sumatera atau sebaliknya dapat berjalan dengan cepat. Oleh karena itu setiap dermaga di setiap pelabuhan tidak boleh kosong harus ada kapal yang bersiaga."
Penguatan Manajemen Operasional Pelabuhan
Ia menegaskan bahwa pihaknya akan bekerja sama dengan seluruh pihak terkait untuk melakukan penguatan dalam pengelolaan manajemen operasional.
Penguatan manajemen tersebut bertujuan agar Pelabuhan Bakauheni dan Pelabuhan Merak sebagai dua pelabuhan penyeberangan terpadat dapat beroperasi dengan baik.
Optimalisasi operasional itu dilakukan guna memberikan kenyamanan dan keamanan bagi para pemudik saat Angkutan Lebaran 2026.
Ia kembali menegaskan, “Semua langkah antisipasi serta pengaturan kepadatan kendaraan ini akan dilakukan dengan konsisten, sebab potensi pergerakan di Pelabuhan Merak ataupun di Pelabuhan Bakauheni cukup tinggi saat pelaksanaan Angkutan Lebaran.”
- Penulis :
- Leon Weldrick







