
Pantau - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memprediksi potensi hujan ringan hingga lebat yang dapat disertai kilat dan angin kencang di wilayah Jawa Barat pada periode 17 hingga 22 Februari 2026.
Kepala BMKG Stasiun Bandung Teguh Rahayu menyampaikan bahwa kondisi tersebut dipengaruhi oleh beberapa fenomena dinamika atmosfer termasuk faktor skala global indeks Enso di wilayah Nino 3.4.
Teguh mengatakan, “Diperkirakan pada satu pekan ke depan umumnya cuaca berpotensi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang antara siang sore dan malam hari,” ujarnya di Bandung pada Selasa.
Ia menjelaskan kondisi labilitas atmosfer berada pada kategori labil ringan hingga kuat yang mengindikasikan peluang pertumbuhan awan konvektif pemicu cuaca ekstrem.
Berdasarkan analisis model cuaca global hingga lokal serta data observasi, BMKG menyimpulkan potensi hujan lebat dan angin kencang dapat terjadi dalam durasi singkat di sejumlah wilayah Jawa Barat.
Imbauan Waspada Bencana Hidrometeorologi
Teguh meminta masyarakat dan pemerintah daerah mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, dan pohon tumbang.
Ia mengatakan, “Kami mengimbau masyarakat tetap waspada dan memperbarui informasi cuaca resmi dari BMKG. Pahami potensi bencana di lingkungan sekitar dan segera lakukan langkah pengurangan risiko,” katanya.
Dalam menghadapi masa peralihan musim kemarau ke musim hujan tahun ini, masyarakat diminta mewaspadai potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi secara tiba-tiba seperti hujan lebat, angin kencang, dan kilat.
Teguh menyampaikan, “Masyarakat diharapkan mengenali potensi bencana di lingkungannya dan mulai memahami cara mengurangi resiko bencana tersebut, misalnya dengan tidak membuang sampah sembarangan, bergotong royong menjaga kebersihan dan menata lingkungan sekitarnya,” ujarnya.
Dengan dinamika atmosfer tersebut, BMKG memprakirakan potensi hujan sangat lebat disertai kilat hingga petir dapat terjadi hingga 22 Februari 2026.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf
- Editor :
- Tria Dianti







