Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Hujan Deras Picu Banjir di Banggai dan Morowali, Puluhan Rumah Warga Terdampak

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Hujan Deras Picu Banjir di Banggai dan Morowali, Puluhan Rumah Warga Terdampak
Foto: (Sumber : Banjir merendam rumah warga di Desa Pangkalaseang Baru, Kecamatan Balantak Utara, Banggai, Morowali, Sulawesi Tengah, Rabu (1/4/2026). ANTARA/HO-BPBD Sulteng/aa..)

Pantau - Hujan deras yang mengguyur wilayah Sulawesi Tengah menyebabkan puluhan rumah warga di Kabupaten Banggai dan Morowali terdampak banjir akibat luapan sungai.

Peristiwa ini terjadi pada Rabu (1/4/2026) dan dilaporkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sulawesi Tengah.

Dampak Banjir di Banggai dan Morowali

Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD Sulteng Asbudianto mengatakan banjir dipicu curah hujan tinggi di wilayah pegunungan yang menyebabkan sungai meluap.

“Intensitas hujan yang tinggi menyebabkan sungai meluap dan merendam permukiman warga di dua wilayah ini,” ujarnya.

Di Kabupaten Banggai, banjir terjadi di Kecamatan Balantak Utara, tepatnya di Desa Pangkalaseang Baru dan Desa Pangkalaseang.

Di Desa Pangkalaseang Baru, dua dusun terdampak dengan total 10 rumah dan 36 jiwa, termasuk lansia dan balita.

Sementara di Desa Pangkalaseang, banjir merendam 42 rumah dengan total 130 jiwa terdampak di dua dusun.

Di Kabupaten Morowali, banjir terjadi di Kecamatan Bungku Tengah pada Rabu malam sekitar pukul 21.30 WITA.

Sebanyak 12 rumah di Desa Tofuti, termasuk asrama polisi, serta 13 rumah dan satu bangunan SMA di Kelurahan Mendui turut terendam.

Penanganan dan Kondisi Terkini

BPBD memastikan tidak ada korban jiwa maupun warga yang mengungsi dalam kejadian tersebut.

Petugas Pusdalops di masing-masing wilayah telah melakukan asesmen dan koordinasi untuk penanganan lanjutan.

Kebutuhan mendesak meliputi normalisasi sungai, pemasangan bronjong, perbaikan drainase, serta bantuan logistik seperti selimut dan pangan.

Saat ini kondisi di wilayah terdampak dilaporkan mulai kondusif setelah hujan berhenti dan air berangsur surut.

“Meski demikian masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem,” kata Asbudianto.

Penulis :
Ahmad Yusuf