Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

BMKG Peringatkan Potensi Banjir Rob di Bintan dan Lingga pada Awal April 2026

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

BMKG Peringatkan Potensi Banjir Rob di Bintan dan Lingga pada Awal April 2026
Foto: (Sumber : Suasana rumah dan dermaga di perairan Pulau Pemping di Batam, Kepri. ANTARA/Amandine Nadja)

Pantau - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi banjir pesisir atau banjir rob di sejumlah wilayah pesisir Kepulauan Riau, khususnya Kabupaten Bintan dan Lingga pada periode 1 hingga 12 April 2026.

Fenomena Bulan Purnama Picu Kenaikan Air Laut

Kepala Stasiun Meteorologi Hang Nadim Batam Ramlan mengatakan potensi banjir rob dipicu fenomena fase bulan purnama yang diperkirakan terjadi pada 2 April 2026 sehingga meningkatkan ketinggian muka air laut maksimum.

“Berdasarkan pantauan data water level dan prediksi pasang surut, masyarakat pesisir diimbau waspada terhadap potensi banjir pesisir pada periode tersebut.”, ujarnya.

Wilayah yang berpotensi terdampak di Kabupaten Lingga meliputi pesisir Kecamatan Singkep Barat, Singkep Pesisir, dan Senayang.

Sementara itu di Kabupaten Bintan, wilayah rawan mencakup pesisir Kecamatan Bintan Utara, Teluk Sebong, dan Bintan Timur.

Aktivitas Pesisir Berpotensi Terganggu

Ramlan menjelaskan banjir rob berpotensi mengganggu berbagai aktivitas masyarakat di kawasan pesisir.

“Secara umum, aktivitas masyarakat di sekitar pelabuhan dan pesisir berpotensi terganggu akibat kenaikan muka air laut.”, katanya.

Aktivitas yang berisiko terdampak antara lain kegiatan bongkar muat di pelabuhan, permukiman warga pesisir, serta kegiatan tambak garam dan perikanan darat.

BMKG juga memprediksi puncak pasang maksimum terjadi pada pukul 08.00 hingga 12.00 WIB sehingga masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan pada rentang waktu tersebut.

“Kami sudah menyampaikan peringatan dini kepada pemerintah daerah dan masyarakat, terutama yang beraktivitas di perairan seperti nelayan dan warga pesisir agar lebih berhati-hati dan waspada.”, ujar Ramlan.

BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi resmi serta menyesuaikan aktivitas dengan kondisi pasang surut air laut guna mengurangi risiko dampak banjir rob.

Penulis :
Ahmad Yusuf