Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Kemenko Pemberdayaan Masyarakat Dorong Santri Pesantren Miliki Keterampilan Kerja dan Akses Pembiayaan

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Kemenko Pemberdayaan Masyarakat Dorong Santri Pesantren Miliki Keterampilan Kerja dan Akses Pembiayaan
Foto: (Sumber: Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesejahteraan Sosial Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Nunung Nuryartono (enam kiri depan) dalam kegiatan Empowerment Pesantren: One Day,Real Impact, di Pondok Pesantren Labibah Muawanah, Kabupaten Pandeglang, Banten. ANTARA/HO-Kemenko PM.)

Pantau - Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat menyampaikan bahwa santri pondok pesantren perlu dibekali keterampilan tambahan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja, termasuk literasi keuangan dan akses terhadap lembaga pembiayaan.

Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesejahteraan Sosial Kemenko Pemberdayaan Masyarakat Nunung Nuryartono mengatakan, "Program pemerintah memastikan bahwa setiap aspek kegiatan harus ada unsur pemberdayaan masyarakat. Oleh karena itu, pondok pesantren sebagai satu pilar penting agar pemberdayaan ekonomi dimulai," kata Nunung Nuryartono.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam kegiatan Empowerment Pesantren: One Day, Real Impact di Pondok Pesantren Labibah Muawanah, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Upaya pembekalan keterampilan dinilai penting selain penguatan pendidikan agama dan pembentukan karakter santri.

Kemenko Pemberdayaan Masyarakat menghadirkan peluang rekrutmen kerja bagi alumni pesantren melalui kolaborasi dengan PT Permodalan Nasional Madani.

Model sinergi tersebut sebelumnya telah berjalan di sejumlah kawasan industri seperti Kota Semarang, Batang, dan Kendal yang membuka akses kerja bagi lulusan pesantren.

"Sehingga alumni-alumni pondok pesantren bisa bekerja," kata Nunung Nuryartono.

Selain akses ketenagakerjaan, kegiatan ini juga memperkuat perlindungan sosial melalui kehadiran BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan.

Langkah tersebut memastikan santri dan alumni yang memasuki dunia kerja mendapatkan jaminan kesehatan dan perlindungan kerja sesuai program negara.

Nunung menegaskan bahwa transformasi pesantren membutuhkan pendekatan yang terintegrasi.

"Kolaborasi menjadi kunci, kebersamaan menjadi pilar penting. Oleh karena itu, kami dari Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat akan terus menggandeng pondok pesantren sebagai pilar strategis di dalam sinergi dan kolaborasi memberdayakan lingkungan pesantren, memberdayakan masyarakat yang ada di lingkungan pesantren dan memastikan saudara-saudara kita untuk bisa bekerja terutama golongan atau kelompok masyarakat miskin dan miskin ekstrem," kata Nunung Nuryartono.

Penulis :
Aditya Yohan