HOME  ⁄  Nasional

Baznas Siap Perkuat Peran Zakat Nasional Usai Terima Keppres Kepengurusan Baru 2026-2031

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Baznas Siap Perkuat Peran Zakat Nasional Usai Terima Keppres Kepengurusan Baru 2026-2031
Foto: (Sumber : Penyerahan Keppres kepengurusan baru Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI di Gedung Kementerian Agama (Kemenag) RI, Jakarta, Rabu (15/4/2026). ANTARA/HO-Baznas RI.)

Pantau - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI menyatakan kesiapan memperkuat peran strategis zakat nasional setelah menerima Keputusan Presiden tentang pengangkatan pimpinan periode 2026-2031.

Penguatan Kepengurusan dan Strategi

Keppres tersebut diserahkan oleh Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kemendagri A. Fatoni kepada Ketua Baznas RI Sodik Mudjahid bersama jajaran pimpinan di Gedung Kementerian Agama, Jakarta, Rabu (15/4).

Sodik Mudjahid menyatakan komposisi kepengurusan baru dinilai solid karena terdiri dari berbagai latar belakang keahlian.

"Kami bersyukur memiliki tim yang kuat, terdiri dari berbagai unsur yang kompeten, baik dari sisi pemerintahan, keuangan, serta digitalisasi," ungkapnya.

Ia menegaskan Baznas akan memfokuskan penguatan peran zakat dalam pembangunan ekonomi umat serta meningkatkan keadilan sosial.

Selain itu, Baznas juga akan mendorong kolaborasi lintas sektor untuk mengoptimalkan penghimpunan dan pendayagunaan zakat.

"Kami juga akan memperkuat koordinasi dengan berbagai kementerian dan lembaga, termasuk sektor swasta," ujarnya.

Harapan dan Dukungan Pemerintah

Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri A. Fatoni menyampaikan apresiasi terhadap kontribusi Baznas dalam membantu mengatasi persoalan sosial di Indonesia.

Ia berharap kepengurusan baru mampu menghadirkan inovasi dan terobosan dalam pengelolaan zakat nasional.

"Dalam empat tahun ke depan, kami berharap Baznas dapat melakukan terobosan-terobosan strategis, sehingga program pemberdayaan benar-benar memberikan manfaat nyata," ucap Fatoni.

Baznas menegaskan komitmennya untuk meningkatkan dampak zakat bagi masyarakat melalui penguatan kerja sama dan optimalisasi program.

Penulis :
Ahmad Yusuf