Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Satpol PP Bali Kerahkan 80 Personel Khusus Amankan Sektor Pariwisata Berbasis Budaya

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Satpol PP Bali Kerahkan 80 Personel Khusus Amankan Sektor Pariwisata Berbasis Budaya
Foto: Kepala Satpol PP Bali Dewa Nyoman Rai Dharmadi, di Denpasar, Jumat 20/2/2026 (sumber: ANTARA/Ni Putu Putri Muliantari)

Pantau - Satpol PP di Bali mulai mengerahkan 80 personel khusus yang telah terlatih untuk mengamankan sektor pariwisata di berbagai objek wisata di Pulau Dewata.

Pengerahan tersebut dilakukan oleh Satpol PP tingkat Provinsi Bali, Kabupaten Badung, dan Kabupaten Buleleng setelah kegiatan peningkatan kapasitas melalui bimbingan teknis Satpol PP Pariwisata selesai dilaksanakan.

Kepala Satpol PP Bali Dewa Nyoman Rai Dharmadi mengatakan, “Hari ini baru selesai kegiatan peningkatan kapasitas melalui bimbingan teknis Satpol PP Pariwisata dari ada tiga daerah, yakni di provinsi sebanyak 30 orang, Kabupaten Badung 40 orang dan Buleleng 10 orang,” ungkapnya.

Total terdapat 80 personel yang ditempatkan dalam unit Satpol PP Pariwisata yang terdiri dari 30 orang dari Provinsi Bali, 40 orang dari Kabupaten Badung, dan 10 orang dari Kabupaten Buleleng.

Dewa menyampaikan seluruh personel tersebut merupakan SDM khusus yang telah dibekali berbagai ilmu dan keterampilan untuk mendukung tugas di sektor pariwisata.

Ia menjelaskan, “Khusus memang ditempatkan untuk komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE), bisa berbahasa asing pasti karena setiap tahun dua kali diberi pelatihan berbagai bahasa, juga pelatihan bela diri bagaimana cara melumpuhkan tanpa mencederai,” jelasnya.

Tugas dan Pola Pengamanan di Objek Wisata

Personel Satpol PP Pariwisata difokuskan pada tugas komunikasi, informasi, dan edukasi kepada wisatawan yang berkunjung ke Bali.

Mereka memiliki kemampuan berbahasa asing karena mendapatkan pelatihan bahasa dua kali setiap tahun serta pelatihan bela diri untuk melumpuhkan tanpa mencederai.

Setelah unit terbentuk, para personel akan bekerja secara khusus di objek wisata sesuai wilayah kerja masing-masing dan berpatroli secara bergiliran.

Selain pembekalan pengetahuan, mereka juga mengenakan seragam yang berbeda dari Satpol PP pada umumnya dengan desain lebih santai untuk menonjolkan keramahan.

Unit Satpol PP Pariwisata juga membawa anjing lokal yang telah terlatih dalam mendukung pelaksanaan tugas di lapangan.

Dalam menjalankan tugas, mereka memberikan pembinaan kepada wisatawan yang melakukan pelanggaran agar tidak terulang kembali.

Dewa mengatakan, “Inilah tugasnya Satpol PP Pariwisata, meminimalisir dengan cara edukasi, apa yang boleh dan apa yang tidak boleh dilakukan saat mereka berwisata di Bali. Sekarang juga sudah terlihat dari angka, kan sudah berkurang aktivitas wisatawan yang melanggar, hanya perilaku melanggar di jalan itu yang masih banyak dilakukan,” ujarnya.

Berdasarkan data, aktivitas pelanggaran oleh wisatawan disebut sudah mulai berkurang meski pelanggaran di jalan masih kerap terjadi.

Dorong Pembentukan di Seluruh Kabupaten/Kota

Selain mengawasi wisatawan, unit khusus ini juga membina pedagang liar dan masyarakat sekitar yang berpotensi mengganggu aktivitas wisatawan.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pengunjung merasa aman dan nyaman selama berada di Bali yang memiliki hampir 500 objek wisata tersebar di seluruh kabupaten dan kota.

Satpol PP Bali mendorong kabupaten dan kota lain segera membentuk Satpol PP Pariwisata dan menyatakan siap memberikan pembinaan bagi daerah yang membentuk unit serupa.

Dewa meyakini penanganan dari hulu akan membuat pariwisata Bali semakin baik serta menjaga citra Bali di mata dunia.

Ia mengatakan, “Karena sebaran destinasi itu ada di seluruh kabupaten/kota, jadi dalam rangka menjaga kualitas pariwisata berbasis budaya tentu peran pemerintah melalui Satpol PP hendaknya dibentuk hal yang sama sehingga bisa lebih terjamin, lebih terjaga kualitas layanan pariwisata,” tegasnya.

Pembentukan Satpol PP Pariwisata di seluruh daerah dinilai penting untuk menjaga kualitas layanan pariwisata berbasis budaya di Bali.

Penulis :
Arian Mesa