Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Lalu Hadrian Irfani Menegaskan Program Makan Bergizi Gratis Tidak Ganggu Anggaran Pendidikan dan Justru Perkuat Mutu

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Lalu Hadrian Irfani Menegaskan Program Makan Bergizi Gratis Tidak Ganggu Anggaran Pendidikan dan Justru Perkuat Mutu
Foto: (Sumber: Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani. ANTARA/Yuvensius Lasa Banafanu.)

Pantau - Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani menyatakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak mengganggu postur anggaran kementerian bidang pendidikan dan justru diikuti penambahan anggaran melalui anggaran belanja tambahan (ABT) oleh Presiden Prabowo Subianto.

Ia menegaskan penambahan anggaran tersebut difokuskan pada peningkatan sarana prasarana pendidikan, peningkatan mutu pendidikan, serta kesejahteraan guru.

Lalu menyampaikan, "Anggaran MBG tidak mengganggu anggaran pendidikan, Presiden justru menambah anggaran pendidikan melalui ABT dan fokus peningkatan sarana prasaran, mutu, dan kesejahteraan guru,".

Ia menjelaskan dalam berbagai rapat kerja Komisi X DPR RI bersama kementerian bidang pendidikan ditegaskan bahwa anggaran pelaksanaan MBG terpisah dari anggaran pendidikan.

Dalam rapat tersebut, para menteri bidang pendidikan juga menyampaikan bahwa MBG memperkuat pendidikan karakter melalui penyediaan makanan bergizi dan berkualitas bagi siswa.

Program tersebut disebut sebagai bagian dari pelaksanaan program ketujuh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) yaitu Indonesia Hebat.

Lalu menyampaikan, "Terkait dengan MBG, memang di postur APBN itu tertulis MBG masuk ke postur anggaran pendidikan, tetapi setelah kami rapat kerja berkali-kali bahwa ternyata tujuan MBG itu sebenarnya untuk kepentingan pendidikan,".

Ia menekankan Komisi X DPR RI mendukung penuh program MBG karena dinilai mendukung kemajuan pendidikan nasional.

Di sisi lain, Lalu mendorong pemerintah agar segera merealisasikan peningkatan taraf hidup guru sebagai prioritas utama.

Ia menyatakan, "Terpenting sekarang bagaimana iktikad baik pemerintah untuk pertama, PR kita adalah kesejahteraan guru. Kesejahteraan guru ini tentu harus jadi prioritas utama yang dipikirkan,".

Lalu juga menyinggung adanya penambahan anggaran untuk Kemendikdasmen sebesar Rp181 triliun serta tambahan anggaran untuk Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) dan Kementerian Kebudayaan.

Ia menegaskan, "Jadi, jangan salah persepsi bahwa setelah kami dalami, setelah koordinasi dengan kementerian di bidang pendidikan, ternyata dengan adanya MBG tidak mengganggu anggaran di kementerian-kementerian pendidikan, justru Presiden menambah anggaran di pendidikan untuk peningkatan sarana prasarana, peningkatan mutu. Kemudian, peningkatan kesejahteraan guru,".

Lalu kembali menegaskan, "Tidak mengganggu, justru dengan adanya MBG, memperkuat tujuan pendidikan nasional kita, setelah kami rapat berkali-kali, jadi postur anggaran pendidikan di tambah,".

Penulis :
Ahmad Yusuf