
Pantau - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyebutkan sedikitnya sembilan kabupaten/kota di Jawa Tengah mengajukan pembentukan kawasan industri guna mendorong pertumbuhan ekonomi baru, di Semarang, Sabtu.
Ia menyampaikan, "Kawasan industri menjadi primadona untuk mengembangkan pertumbuhan ekonomi baru. Ada sembilan kabupaten/kota yang nanti akan mengajukan menjadi kawasan industri," ungkapnya.
Menurut dia, kawasan industri saat ini masih menjadi penopang penting dalam menumbuhkan perekonomian daerah sehingga pemerintah daerah berlomba mengusulkan wilayahnya menjadi pusat industri.
Sembilan daerah yang mengajukan pembentukan kawasan industri meliputi Kabupaten Rembang, Kabupaten Demak, Kota Semarang, Kabupaten Kendal, Kabupaten Batang, Kabupaten Brebes, Kabupaten Cilacap, Kabupaten Banyumas, dan Kabupaten Kebumen.
Ia menjelaskan pengembangan kawasan industri akan disesuaikan dengan potensi masing-masing wilayah agar manfaatnya optimal dan berkelanjutan.
Dengan hadirnya kawasan industri, pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru diharapkan terbentuk lebih merata di berbagai daerah sehingga tidak terpusat di satu kawasan saja.
Penguatan UMKM dan Ekonomi Kreatif
Selain mendorong kawasan industri, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga menekankan penguatan sektor UMKM yang jumlahnya hampir empat juta unit di wilayah tersebut.
UMKM dinilai sebagai penggerak ekonomi di level bawah yang diharapkan dapat naik kelas ke skala yang lebih besar melalui berbagai dukungan kebijakan.
Ia menjelaskan, "Sehingga perlu ada pendampingan, modal, kemudian pemasaran, dan lain sebagainya," sebagai bentuk dukungan terhadap UMKM.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga terus mendorong pengembangan sektor ekonomi kreatif yang dinilai mampu menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru di tengah dinamika pasar.
Seribu Desa Wisata Diperkuat
Di sektor pariwisata, Ahmad Luthfi memastikan pengembangan lebih dari 1.000 desa wisata tidak berhenti pada tahap pembentukan semata.
Pengembangan desa wisata akan diperkuat melalui pembinaan teknis, pengelolaan, pendanaan, hingga promosi agar mampu menarik wisatawan dan meningkatkan pendapatan masyarakat.
Ia menegaskan, "Seribu desa wisata sudah kita ciptakan. Tidak bisa kita lepas begitu saja. Harus ada pembinaan teknis, penguatan pemasaran, pendanaan, pengelolaan, dan promosi," sebagai komitmen penguatan desa wisata di Jawa Tengah.
- Penulis :
- Shila Glorya








