
Pantau - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memastikan kesiapan penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026 agar arus mudik dan balik Idul Fitri di wilayah Jawa Timur berlangsung aman, lancar, dan selamat melalui koordinasi lintas sektor bersama pemerintah pusat.
Dalam keterangannya di Surabaya pada Sabtu, ia menyampaikan, "Kami ingin membangun sinergi semaksimal dan sedetail mungkin untuk penyelenggaraan angkutan lebaran baik darat, laut, udara, kereta api hingga tol semuanya bisa berjalan lancar, aman dan selamat sehingga membahagiakan semuanya," ungkapnya.
Berdasarkan hasil survei, diperkirakan sebanyak 27,29 juta orang atau setara 17,3 persen dari total pergerakan nasional akan menuju Jawa Timur pada periode Lebaran 2026.
Pergerakan penumpang angkutan umum di Jawa Timur pada 2026 diproyeksikan meningkat dari 7,3 juta menjadi 7,7 juta penumpang atau naik 5,19 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama para pemangku kepentingan telah menyiapkan langkah antisipatif dan mitigatif secara menyeluruh guna mengawal lonjakan mobilitas tersebut.
Antisipasi Kepadatan dan Mitigasi Kecelakaan
Langkah yang disiapkan meliputi kesiapan Pos PAM, pos terpadu, posko layanan, penguatan rest area, pengamanan titik wisata, serta pengawasan kawasan rawan kemacetan.
Khofifah menegaskan pentingnya percepatan penanganan kecelakaan lalu lintas dengan menyatakan, "Seperti saat laka lantas, jangan sampai kondisinya memburuk karena keterlambatan evakuasi. Sehingga kehadiran Puskesmas 24 jam yang terkoneksi dengan Rumah Sakit terdekat akan sangat menentukan guna antisipasi," tegasnya.
Kehadiran Puskesmas 24 jam yang terhubung dengan rumah sakit terdekat dinilai krusial untuk mencegah kondisi korban kecelakaan memburuk akibat keterlambatan penanganan.
Kolaborasi antara Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika juga ditekankan untuk mengantisipasi dampak musim hujan yang masih melanda sejumlah wilayah.
Pada Lebaran 2026, Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali membuka jalur tol Kraksaan–Gending di Situbondo untuk mendukung kelancaran pemudik menuju wilayah timur.
Gubernur meminta Pertamina menyediakan SPBU portabel di sekitar jalur tersebut guna mengantisipasi lonjakan pengguna kendaraan selama arus mudik dan balik.
Terkait penyeberangan, disiapkan skema antisipasi kepadatan khususnya di Pelabuhan Ketapang yang bertepatan dengan Hari Raya Nyepi dan akan ditutup pada 18 Maret pukul 17.00 WIB hingga 20 Maret pukul 06.00 WIB.
Ia menyampaikan kondisi kekurangan armada laut dengan mengatakan, "Tiap tahunnya kami sesungguhnya kekurangan armada laut utamanya dari Rute Jangkar ke kepulauan Sumenep. Khusus di momen Nyepi besok yang akan dilakukan penutupan maka dibutuhkan tambahan kurang lebih tiga armada," ujarnya.
Ribuan Armada dan Personel Disiagakan
Pemerintah Provinsi Jawa Timur setiap tahun menyediakan program mudik gratis khususnya untuk wilayah kepulauan.
Program mudik gratis tersebut biasanya mencakup fasilitas keberangkatan sekaligus perjalanan balik bagi para pemudik.
Dalam kesempatan yang sama, Gubernur mengapresiasi optimalisasi operasional Bandara Dhoho yang kini melayani penerbangan Super Airjet sebanyak tiga kali dalam seminggu guna memperkuat konektivitas wilayah selatan Jawa Timur.
Secara keseluruhan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyiapkan 6.637 armada bus untuk mendukung angkutan Lebaran 2026.
Disiapkan pula 148 rangkaian kereta api atau trainset untuk melayani penumpang selama periode mudik dan balik.
Tersedia 302 pesawat udara untuk mendukung mobilitas masyarakat selama periode Lebaran.
Untuk transportasi laut, disiapkan 55 kapal laut guna melayani rute antarpulau.
Selain itu, tersedia 71 kapal penyeberangan dengan total 241 trip di seluruh terminal, bandara, stasiun, dan pelabuhan.
Sebanyak 8.991 personel dikerahkan yang berasal dari Dinas Perhubungan Provinsi dan kabupaten/kota, PT Kereta Api Indonesia, sektor laut, serta PT ASDP Indonesia Ferry untuk memastikan kelancaran dan keselamatan pemudik.
- Penulis :
- Leon Weldrick







