Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

PBNU Resmikan 41 SPPG di Lombok untuk Perkuat Kemandirian Pesantren dan Dukung Program Gizi Nasional

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

PBNU Resmikan 41 SPPG di Lombok untuk Perkuat Kemandirian Pesantren dan Dukung Program Gizi Nasional
Foto: (Sumber: Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf saat meresmikan SPPG di Pondok Pesantren Darul Quran Bengkel, Labuapi, Nusa Tenggara Barat. ANTARA/HO-PBNU.)

Pantau - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama meresmikan 41 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) NU yang berpusat di Pondok Pesantren Darul Quran Bengkel, Labuapi, Nusa Tenggara Barat, sebagai upaya memperkuat kemandirian pesantren dan meningkatkan kualitas gizi santri.

Peresmian di Lombok menjadi langkah keempat peluncuran SPPG oleh TKA-PBNU setelah sebelumnya dilakukan di Cirebon, Jember, dan Batang.

Kerja sama PBNU dengan Badan Gizi Nasional telah dimulai sejak peringatan Harlah ke-102 NU pada awal Februari sebagai bagian dari dukungan terhadap program strategis Presiden.

Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf menyatakan, “Program ini hadir untuk memperbaiki kualitas sumber daya manusia pesantren agar lahir generasi yang berkualitas dan berdaya saing”.

Ia juga mengatakan, “Data menunjukkan banyak santri kita yang kenyang secara kuantitas namun masih mengalami masalah kesehatan seperti anemia karena gizi yang tidak seimbang,”.

PBNU menargetkan pembangunan 1.000 titik SPPG di seluruh Indonesia sebagai bentuk komitmen mendukung penguatan kualitas sumber daya manusia pesantren.

Ketua Tanfidziyah PWNU NTB TGH Masnun Tahir menyebut program ini melanjutkan marwah perjuangan Datuk Bengkel sebagai Rais Syuriah pertama PWNU NTB sekaligus menegaskan sinergi NU dengan pemerintah sebagai komitmen yang tidak terpisahkan.

Program Makan Bergizi Gratis dipandang sebagai bentuk kehadiran negara di tengah masyarakat melalui penguatan layanan gizi berbasis pesantren.

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menyoroti dampak ekonomi mikro dari kehadiran dapur pesantren yang dinilai mampu membalik paradigma pembangunan dari hilir ke hulu.

Penyerapan bahan pangan dari petani, peternak, dan UMKM lokal dinilai memberikan jaminan pasar yang stabil bagi pelaku usaha di daerah.

“Pesantren akan menjadi basis baru kekuatan ekonomi umat. Dimulai dari SPPG, kita berharap ini merambah ke kemandirian peternakan dan pertanian di lingkungan pesantren. Jika ini terjadi, kekuatan ekonomi rakyat akan tercipta secara masif,” ujar Iqbal.

Badan Gizi Nasional melalui Direktur Penyediaan dan Penyaluran Wilayah 2 Nurjaeni mengapresiasi pencapaian PBNU dalam memperluas layanan SPPG di berbagai daerah.

SPPG diproyeksikan bukan hanya sebagai tempat penyediaan makanan halal dan aman, tetapi juga sebagai Center of Excellence perubahan perilaku gizi di lingkungan pesantren.

Saat ini tercatat 188 SPPG telah berdiri dan 205 lainnya dalam tahap persiapan pembangunan.

Sejumlah SPPG diharapkan dapat ditetapkan sebagai unit percontohan nasional yang akan menjadi rujukan delegasi negara-negara ASEAN untuk mempelajari implementasi program gizi Indonesia.

Penulis :
Gerry Eka