
Pantau - Pemerintah melalui PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI) berhasil menghubungkan kembali Jalan Malalak di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, yang sebelumnya terputus sepanjang 200 hingga 300 meter akibat banjir bandang dan longsor pada akhir November 2025.
Titik jalan yang berhasil disambungkan berada di kilometer 82+600 dan menjadi bagian penting jalur alternatif yang menghubungkan sejumlah kabupaten dan kota di Ranah Minang.
Pelaksana Lapangan HKI Subiantoro menyampaikan jalan tersebut telah terhubung sejak dua hari sebelumnya meski belum dibuka untuk umum.
Meskipun sudah tersambung, akses jalan sementara ini hanya dapat dilintasi masyarakat lokal yang hendak menuju daerah Balingka atau sebaliknya.
Akses dibatasi pada pukul 12.00 WIB hingga 13.00 WIB serta pukul 17.00 WIB hingga sebelum pukul 08.00 WIB dan hanya dapat dilalui kendaraan roda dua.
Akses dari arah Balingka menuju Malalak dilaporkan sudah lancar sementara dari arah Malalak menuju Balingka masih rawan karena terdapat tanjakan yang cukup signifikan.
HKI terus mengingatkan masyarakat agar berhati-hati saat melintas di jalur tersebut mengingat kondisi lereng masih dalam tahap penanganan.
Jalan Malalak yang dibangun pada masa kepemimpinan Gubernur Gamawan Fauzi itu longsor akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut selama beberapa hari pada November 2025.
Kementerian Pekerjaan Umum menyiapkan total anggaran sebesar Rp667 miliar untuk pemulihan jalan di Kabupaten Agam dengan alokasi Rp370 miliar pada 2026 dan sisanya direncanakan untuk pengerjaan lanjutan pada 2027.
Pemulihan Jalan Malalak menjadi bagian penting dari upaya rehabilitasi infrastruktur pascabencana di Sumatera Barat guna memulihkan konektivitas dan aktivitas ekonomi masyarakat.
- Penulis :
- Gerry Eka








