
Pantau - Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo memastikan pemerintah pusat akan membangun kembali jembatan penghubung antardesa yang putus akibat banjir di Desa Pakusari, Kecamatan Pakusari, Kabupaten Jember, Jawa Timur, menggunakan dana APBN.
“Staf Kementerian PU sudah mengecek dan mendesain terkait kebutuhan jembatan dengan melakukan koordinasi bersama Kepala Desa Pakusari,” kata Dody usai meninjau lokasi jembatan putus di Desa Pakusari.
Jembatan baru tersebut akan dibangun lebih tinggi dari sebelumnya agar lebih aman dari terjangan banjir di masa mendatang.
Menteri PU juga meminta agar akses jalan menuju jembatan dibuat lebih landai karena sebelumnya dinilai terlalu curam dan menyulitkan warga terutama anak-anak.
“Saya minta jalannya dibikin landai lagi karena terlalu curam, kasihan kalau anak-anak kecil yang melewati jalan itu untuk menuju jembatan akan mengalami kesulitan,” tuturnya.
Pembangunan jembatan ditargetkan selesai dalam beberapa bulan ke depan agar masyarakat dapat kembali beraktivitas normal.
Dalam proposal yang diajukan Bupati Jember Muhammad Fawait terdapat 16 infrastruktur rusak akibat bencana namun tidak seluruhnya dibiayai APBN karena sebagian ditangani Pemprov Jawa Timur dan Pemkab Jember.
“Kami akan bekerja bersama Bupati. Ada 16 jembatan dan 50 bendung yang akan ditangani secara kolaboratif antara pemerintah kabupaten, provinsi, dan pusat. Itu menjadi prioritas karena menyangkut keselamatan masyarakat,” katanya.
“Kementerian PU akan melihat sejauh mana yang bisa kami lakukan untuk menanggulangi tanggap darurat di Jember,” ujar Dody.
Bupati Jember menyampaikan apresiasi atas kunjungan Menteri PU dan menyebut dukungan pemerintah pusat sebagai komitmen percepatan pembangunan daerah.
“Kunjungan Pak Menteri PU ke Jember merupakan komitmen pemerintah pusat dalam membantu percepatan pembangunan di daerah. Saya berterima kasih atas komitmen pemerintah pusat,” katanya.
Kepala Desa Pakusari Misjo menjelaskan jembatan tersebut merupakan akses penting bagi warga Desa Subo dan Desa Jatian untuk aktivitas perdagangan, pertanian, pendidikan, dan kesehatan serta sebelumnya sempat digantikan jembatan darurat dari bambu yang dibangun swadaya warga setelah putus pada akhir Desember 2025.
- Penulis :
- Gerry Eka







