
Pantau - Badan Riset dan Inovasi Nasional meluncurkan Indeks Daya Saing Daerah 2025 sebagai instrumen strategis berbasis data untuk memperkuat peran daerah dalam menopang daya saing nasional yang produktif dan inklusif.
Kepala BRIN Arif Satria menyampaikan IDSD 2025 dirancang sebagai indikator yang mudah dipahami untuk memperkuat daya saing masing-masing daerah dan bermuara pada penguatan daya saing nasional.
Ia mengatakan, “Itulah sebabnya BRIN berusaha untuk melakukan upaya pengukuran ini, karena salah satu tugas BRIN adalah melakukan pengukuran indeks untuk berbagai ukuran pembangunan,”.
Arif menegaskan indeks tersebut bukan sekadar ajang pembuktian prestasi, melainkan bahan memperkuat kapasitas daerah dalam melakukan intervensi kebijakan di berbagai bidang.
Ia menyatakan, “Pertumbuhan ekonomi itu akan sangat tergantung pada kekuatan R&D, kekuatan inovasi, kekuatan entrepreneurship, dan kekuatan human capital,”.
Menurutnya, dunia menghadapi perubahan sangat cepat di mana teknologi bergerak lebih cepat daripada individu, individu lebih cepat daripada bisnis, dan bisnis lebih cepat daripada kebijakan publik.
Ia menekankan pentingnya strategi matang agar Indonesia mampu memanfaatkan peluang dari percepatan perubahan global tersebut.
Arif menjelaskan pentingnya proyeksi teknologi masa depan sebagai dasar penyusunan kerangka riset jangka panjang nasional.
Ia mengatakan, “BRIN punya tugas bagaimana kita ini bisa melakukan upaya proyeksi terhadap perkembangan teknologi ke depan akan seperti apa. Teknologi ke depan harus kita proyeksikan dari sekarang, sehingga dengan proyeksi teknologi ke depan 2030, 2035, 2040, itu kita tarik mundur dengan penyiapan kerangka risetnya seperti apa,”.
Ia mencontohkan pergeseran sektor energi dan teknologi seperti peralihan dari energi fosil menuju green hydrogen, pengembangan baterai berbasis graphene, serta pengembangan future protein dan future food berbasis teknologi seperti culture meat.
Arif mendorong seluruh pemerintah daerah menjadikan IDSD 2025 sebagai acuan implementasi kebijakan guna mewujudkan pemerataan pembangunan dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.
Ia menyatakan, “Tumbuhnya riset dan inovasi ini akan menjadi kekuatan bagi Indonesia ke depan, karena Indonesia akan menjadi empat besar dunia pada tahun 2050 nanti. Tidak ada cara lain selain kekuatan dari capital dan kekuatan inovasi. Semoga dengan indeks ini, daerah semakin semangat untuk terus memperbaiki indeksnya dengan berbagai langkah kebijakan umum-umum pembangunan dan BRIN melalui BRIDA (Badan Riset dan Inovasi Daerah), Insya Allah, siap untuk bisa memperkuat ekosistem riset dan inovasi daerah,”.
Peluncuran IDSD 2025 diharapkan menjadi dasar penguatan ekosistem riset dan inovasi daerah melalui sinergi antara BRIN dan BRIDA guna meningkatkan daya saing nasional secara berkelanjutan.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







