
Pantau - Badan Pengusahaan Batam memperkuat kemitraan strategis dengan Jerman dan Jepang guna memperluas jejaring investasi global serta membahas peluang kolaborasi sektor maritim dan teknologi pada 23–24 Februari 2026.
Delegasi BP Batam bertemu Duta Besar Republik Federal Jerman untuk Indonesia Ralf Beste pada 23 Februari 2026 dan Minister Kedutaan Besar Jepang untuk Indonesia Kenji Enoshita pada 24 Februari 2026.
Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam Fary Djemy Francis menyatakan, "Batam terus bertransformasi menjadi execution hub yang menghubungkan arus investasi dan rantai pasok antara Eropa dan Asia,".
BP Batam memaparkan transformasi kebijakan termasuk penguatan kewenangan perizinan terpadu melalui Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2025 serta perluasan wilayah Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam melalui Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2025.
Fary menyatakan, "Kebijakan tersebut menjadi fondasi peningkatan kepastian usaha, percepatan proses investasi, dan optimalisasi potensi maritim serta logistik kawasan,".
Dengan pihak Jerman, dibahas peluang kolaborasi industri berteknologi tinggi mengingat Jerman merupakan salah satu mitra Eropa penting dan konsisten berada di posisi kedua investasi Eropa di Batam.
Kedutaan Besar Jerman menunjukkan ketertarikan memahami arah pengembangan Batam dalam menarik investasi Eropa serta membuka ruang kolaborasi industri.
Dengan pihak Jepang, dialog berkembang pada integrasi ekosistem kawasan termasuk sinergi antara Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas, Kawasan Ekonomi Khusus, serta Proyek Strategis Nasional.
Fary menyatakan, "Jepang, yang termasuk dalam jajaran investor utama Batam secara global, menunjukkan perhatian khusus terhadap penguatan sektor maritim dan logistik untuk meningkatkan konektivitas regional,".
Perwakilan Kedutaan Besar Jepang menilai penguatan kewenangan perizinan meningkatkan kepastian dan kepercayaan investor dalam memperluas kemitraan kawasan.
BP Batam menegaskan komitmen memperluas dialog internasional dan memperkuat daya saing kawasan di Asia Tenggara dan Asia Pasifik.
- Penulis :
- Aditya Yohan







