Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Kemenperin Perkuat Standardisasi Industri untuk Sukseskan Program Gentingisasi Nasional

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Kemenperin Perkuat Standardisasi Industri untuk Sukseskan Program Gentingisasi Nasional
Foto: Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita (sumber: Kemenperin)

Pantau - Kementerian Perindustrian memperkuat standardisasi industri material bangunan guna mendukung program gentingisasi nasional yang dicanangkan pemerintah untuk meningkatkan kualitas hunian dan daya saing industri dalam negeri.

Penguatan standardisasi tersebut ditujukan untuk meningkatkan daya saing industri genting dan keramik nasional di pasar domestik maupun global.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan bahwa program gentingisasi menjadi peluang strategis bagi industri genting dan keramik nasional untuk meningkatkan kapasitas produksi dan memperluas investasi.

"Program gentingisasi ini menjadi momentum penting bagi industri genting dan keramik nasional untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing, sekaligus memperkuat struktur industri material bangunan dalam negeri." ungkapnya.

Kemenperin menyatakan dukungan penuh terhadap program gentingisasi yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto sebagai bagian dari Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, Indah ASRI.

Program tersebut bertujuan meningkatkan kualitas hunian masyarakat sekaligus memperbaiki estetika lingkungan permukiman melalui penggunaan material bangunan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Dukungan Standardisasi dan Peluang Industri

Agus menilai program ini dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kapasitas produksi serta membuka peluang perluasan investasi di sektor genting dan keramik.

Ia menegaskan daya saing industri dapat diperkuat melalui penerapan standardisasi yang konsisten dan pemanfaatan teknologi industri.

Program gentingisasi juga diharapkan mendorong keterlibatan industri nasional agar memberi dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri BSKJI Emmy Suryandari menegaskan bahwa penguatan industri material bangunan melalui program gentingisasi perlu didukung penerapan standardisasi yang konsisten serta penguatan layanan teknis di seluruh unit kerja BSKJI.

"BSKJI mendorong agar program gentingisasi ini tidak hanya berfokus pada peningkatan volume produksi, tetapi juga pada pemenuhan standar mutu, efisiensi proses, dan aspek keberlanjutan. Standardisasi dan layanan jasa industri menjadi instrumen penting untuk memastikan produk genteng nasional memiliki kualitas yang terjamin dan mampu bersaing di pasar domestik maupun global." tegasnya.

Peran BSKJI dan BBSPJIKMN dalam Implementasi Teknis

Untuk mendukung implementasi kebijakan tersebut, Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Keramik dan Mineral Nonlogam BBSPJIKMN menyatakan kesiapan berperan aktif melalui layanan konsultasi dan optimalisasi teknologi industri.

Kepala BBSPJIKMN Azhar Fitri menyampaikan bahwa lembaganya berfungsi sebagai mitra teknis bagi industri dan pemerintah dalam menjembatani kebijakan nasional dengan implementasi teknis di lapangan.

"Melalui layanan konsultansi dan optimalisasi teknologi industri, BBSPJIKMN mendukung agar gerakan nasional gentingisasi dapat diimplementasikan secara teknis, terukur, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat daya saing industri nasional." ujarnya.

Sebagai dukungan konkret, BBSPJIKMN menyediakan pendampingan teknis penerapan Standar Nasional Indonesia SNI untuk produk genting serta optimalisasi proses produksi guna meningkatkan efisiensi energi dan produktivitas.

Layanan lainnya meliputi pendampingan pengembangan dan ekspansi kapasitas industri melalui studi kelayakan teknis, perancangan tata letak pabrik, serta pemenuhan regulasi industri, lingkungan, dan keselamatan kerja.

Melalui sinergi antara kebijakan pemerintah, pelaku industri, dan lembaga teknis, Kemenperin optimistis gerakan nasional gentingisasi tidak hanya meningkatkan kualitas hunian masyarakat tetapi juga menjadi momentum strategis memperkuat struktur industri keramik dan mineral nonlogam nasional.

Penulis :
Leon Weldrick