
Pantau - PT PLN (Persero) menjalin kolaborasi strategis dengan sejumlah perusahaan tambang batu bara untuk mendorong transformasi sektor pertambangan melalui penyediaan listrik hijau dan elektrifikasi operasional tambang.
Kerja sama ini diwujudkan melalui penandatanganan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik serta Memorandum of Understanding yang bertujuan mendukung penerapan konsep green mining di berbagai wilayah operasional tambang.
Direktur Retail dan Niaga PLN Adi Priyanto menegaskan pentingnya transisi menuju pertambangan ramah lingkungan dalam menghadapi tantangan emisi global.
"Pengembangan green mining di sektor pertambangan menjadi salah satu solusi strategis untuk menekan emisi gas rumah kaca sekaligus memastikan keberlanjutan industri batu bara ke depan," ungkapnya.
Kolaborasi Listrik Hijau untuk Operasional Tambang
PLN menjalin kerja sama dengan sejumlah perusahaan tambang batu bara dengan total kapasitas listrik yang signifikan guna mendukung operasional berbasis energi bersih.
Perusahaan yang terlibat antara lain PT Trubaindo Coal Mining dengan kapasitas 30 MVA, PT Sembada Makmur Sejahtera sebesar 55 MVA, dan PT Marga Bara Jaya sebesar 35 MVA.
Selain itu, kerja sama juga dilakukan dengan PT Maruwai Coal sebesar 71 MVA, PT Makmur Sejahtera Wisesa sebesar 106 MVA, serta PT Berau Coal sebesar 29 MVA.
Skema kerja sama ini juga mencakup Integrated Business Solution yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan energi industri tambang secara menyeluruh.
Solusi Terintegrasi dan Dukungan Industri
Melalui anak usahanya, PLN turut menjalin kolaborasi lanjutan untuk solusi bisnis terintegrasi di sektor pertambangan.
Kerja sama dilakukan dengan PT Masmindo Dwi Area untuk pembangunan instalasi dan gardu pelanggan, serta dengan PT Maruwai Coal untuk pembangunan instalasi milik pelanggan.
PLN juga bekerja sama dengan PT Sembada Makmur Sejahtera dalam desain teknik dan instalasi tegangan tinggi guna mendukung elektrifikasi tambang.
Pemanfaatan listrik dinilai lebih bersih, efisien, dan andal, sekaligus mendukung penggunaan alat berat berbasis listrik di lingkungan tambang.
PLN menyatakan siap memberikan dukungan penuh kepada pelaku industri melalui layanan inovatif yang disesuaikan dengan kebutuhan operasional tambang.
Ketua Umum Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia Priyadi menyambut positif kerja sama ini dan menilai kolaborasi tersebut membawa dampak strategis bagi industri.
"Nah ini adalah kesempatan yang baik, baik bagi kita produsen batu bara maupun PLN sebagai penyedia setrumnya. Supaya ini terjadi simbiosis mutualisme yang paling menguntungkan," katanya.
Kolaborasi ini dinilai mampu memperpendek rantai pasok energi fosil impor sekaligus memperkuat keberlanjutan industri batu bara di Indonesia.
- Penulis :
- Shila Glorya








