
Pantau - Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) menghadirkan teknologi X-Ray Photoelectron Spectroscopy (XPS) sebagai langkah strategis memperkuat kapasitas riset unggulan di bidang material dan energi.
Kehadiran XPS menjadikan FTUI sebagai salah satu dari tiga institusi di Indonesia yang memiliki teknologi tersebut, bersama Universitas Diponegoro dan Badan Riset dan Inovasi Nasional.
Dekan FTUI, Kemas Ridwan Kurniawan, menyatakan bahwa pengadaan XPS merupakan bagian dari penguatan ekosistem riset di lingkungan kampus.
"Fasilitas ini tidak hanya meningkatkan kedalaman dan kualitas penelitian di bidang material dan energi, tetapi juga membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dengan mitra industri dan akademisi, baik di tingkat nasional maupun global," ungkapnya.
Instrumen XPS diperoleh melalui hibah Pusat Unggulan Antar Perguruan Tinggi dengan dukungan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Alat tersebut akan dioperasikan di Analytical Laboratory yang merupakan bagian dari Energy Transition Laboratory FTUI.
Teknologi Canggih untuk Analisis Material
XPS merupakan instrumen berbasis efek fotolistrik yang digunakan untuk menganalisis komposisi unsur, kondisi kimia, dan struktur elektronik pada permukaan material.
Teknologi ini bekerja dengan memanfaatkan radiasi sinar-X untuk mengukur energi elektron yang terpancar dari permukaan material.
Hasil pengukuran tersebut digunakan untuk mengidentifikasi karakteristik unik setiap unsur dengan tingkat presisi tinggi.
Kemampuan penetrasi hingga kedalaman beberapa nanometer menjadikan XPS mampu melakukan analisis kimia secara lebih mendalam dibanding metode konvensional.
Berbagai jenis material dapat dianalisis menggunakan teknologi ini, mulai dari logam, semikonduktor, polimer, hingga nanomaterial dan katalis.
Dorong Inovasi dan Daya Saing Industri
Kehadiran XPS dinilai relevan untuk mendukung riset energi baru terbarukan, pengembangan perangkat elektronik masa depan, serta inovasi material maju.
Analisis material yang dihasilkan dapat berkontribusi pada peningkatan kualitas baterai kendaraan listrik dan sistem penyimpanan energi.
Selain itu, teknologi ini juga mendorong pengembangan perangkat elektronik yang lebih efisien dan tahan lama.
XPS turut berperan dalam inovasi material ramah lingkungan untuk pengolahan limbah dan pengendalian polusi.
Di sektor industri, fasilitas ini membantu memastikan kualitas dan keandalan produk sehingga diharapkan mampu meningkatkan daya saing industri nasional.
Kepala Laboratorium Energy Transition Laboratory, Hasbi Priadi, menyebut kehadiran XPS sebagai penggerak utama penguatan riset di FTUI.
Ia menegaskan bahwa teknologi ini menjadi tonggak penting dalam membangun ekosistem riset yang inovatif di Universitas Indonesia.
XPS juga diharapkan memperkuat posisi UI sebagai kampus teknik unggulan serta mendukung peran perguruan tinggi dalam transformasi energi dan peningkatan daya saing bangsa di tingkat internasional.
- Penulis :
- Shila Glorya








