Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Pemerintah Kota Jakarta Barat Mengalihkan Relokasi 131 KK Kampung Bilik ke Rusun Wilayah Lain karena Kapasitas Penuh

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Pemerintah Kota Jakarta Barat Mengalihkan Relokasi 131 KK Kampung Bilik ke Rusun Wilayah Lain karena Kapasitas Penuh
Foto: Sebanyak 15 kepala keluarga (KK) Kampung Bilik, Kamal, Kalideres, Jakarta Barat yang terdampak relokasi mendaftar ke kelurahan setempat, Kamis 26/2/2026 (sumber: ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi)

Pantau - Pemerintah Kota Jakarta Barat mengalihkan relokasi 131 kepala keluarga (KK) warga Kampung Bilik, Kelurahan Kamal, Kecamatan Kalideres ke rumah susun di wilayah lain di DKI Jakarta karena kapasitas rusun di Jakarta Barat telah penuh.

Lurah Kamal Edy Sukarya menyatakan, "Rusun di Jakarta Barat penuh, jadi direlokasi ke Rusun Nagrak, Rorotan dan Pulo Jahe." saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis.

Relokasi dilakukan karena lahan Kampung Bilik akan dijadikan Tempat Pemakaman Umum (TPU) baru sebagai solusi atas krisis lahan makam di Jakarta.

Sebanyak 131 KK terdampak program tersebut dan sembilan KK di antaranya telah lebih dahulu direlokasi ke sejumlah rusun di Jakarta Barat.

Rinciannya, empat KK ditempatkan di Rusun Tegal Alur.

Tiga KK ditempatkan di Rusun Pesakih.

Satu KK ditempatkan di Rusun Rawa Bebek karena berstatus bujangan.

Ratusan KK lainnya akan direlokasi ke rumah susun di wilayah lain sesuai ketersediaan unit yang ada.

Alasan Pengalihan dan Skema Penempatan

Edy menjelaskan penentuan lokasi rusun didasarkan pada kapasitas unit yang masih tersedia di seluruh wilayah DKI Jakarta.

Ia mengatakan, "Begini, pertama ketersediaan tempat. Karena memang rusun di Jakarta Barat penuh, gitu." untuk menegaskan alasan pengalihan relokasi.

Pemerintah memastikan warga terdampak akan mendapatkan keringanan biaya sewa rumah susun dari pemerintah daerah.

Edy menegaskan, "Berbeda dengan warga yang biasa, umum ya. Contoh, Rumah Susun Pesakih mereka hanya bayar Rp220 ribu kurang lebih per bulan. Kurang lebih ya." terkait besaran biaya sewa yang harus dibayar warga relokasi.

Sosialisasi dan Pendekatan Kekeluargaan

Pihak kelurahan melakukan sosialisasi intensif melalui pertemuan dan musyawarah setiap hari kepada warga terdampak.

Sosialisasi tersebut juga mencakup pengurusan administrasi warga yang telah puluhan tahun tinggal di Kampung Bilik.

Edy menyampaikan, "Tiap hari (sosialisasi). Alhamdulillah, walaupun dinamikanya memang ya kami maklum lah mereka puluhan tahun, 30 tahun tinggal di situ." mengenai proses komunikasi dengan warga.

Pada hari tersebut terdapat 15 KK yang kembali mendaftar untuk relokasi gelombang berikutnya.

Edy mengatakan, "Hari ada 15 KK yang daftar. Kami pakai (cara) kekeluargaan lah. Kami maklum, karena mereka sudah 30 tahun tinggal di situ. Maklum ya kalau ada tantangan, dinamika, itu biasa." terkait pendekatan yang digunakan dalam proses relokasi.

Penulis :
Shila Glorya