
Pantau - Korps Marinir TNI Angkatan Laut menegaskan pelatihan komponen cadangan bagi aparatur sipil negara tidak bertujuan mengubah ASN menjadi prajurit aktif.
Kepala Dinas Penerangan Korps Marinir Kolonel (Mar) Rana Karyana menyatakan, "Pendidikan Komcad bagi ASN bukan untuk menjadikan mereka prajurit aktif, melainkan membentuk kesiapsiagaan, kedisiplinan, dan pemahaman sistem pertahanan negara, sehingga apabila negara memanggil, mereka telah memiliki dasar pembekalan yang memadai,".
Rana menjelaskan materi dan fasilitas yang disiapkan Pasmar 1 akan disesuaikan dengan karakter peserta dari unsur sipil meski tetap memiliki ciri khas Korps Marinir.
"Pembekalan khusus dari Marinir TNI AL, tentu ada nilai tambah yang menjadi ciri khas Korps Marinir," ujarnya.
Materi khusus yang diberikan meliputi penanaman disiplin tinggi, loyalitas, pembentukan mental pantang menyerah, serta kemampuan adaptif terhadap tekanan.
Peserta juga dibekali dasar-dasar survival, ketahanan lapangan, serta pengetahuan tentang soliditas tim atau esprit de corps meskipun berasal dari latar belakang ASN.
"Kami juga memberikan pengetahuan tentang penanaman nilai kehormatan dan tanggung jawab sebagai bagian dari komponen cadangan pertahanan negara," kata Rana.
Seluruh fasilitas seperti lapangan, barak, ruang kelas, dan tenaga medis milik Korps Marinir akan dikerahkan untuk mendukung pelatihan.
Meskipun menggunakan standar latihan Marinir, pola pelatihan tetap disesuaikan demi kenyamanan dan keamanan peserta sipil.
"Akan ada penyesuaian pada aspek kenyamanan dan keamanan, mengingat peserta berasal dari unsur sipil," ujarnya.
Sebelumnya, Kementerian Pertahanan menyebut sebanyak 2.000 ASN akan mengikuti pelatihan komcad di lima lokasi pendidikan TNI.
Kepala Biro Informasi Pertahanan Setjen Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait mengatakan, "Pelaksanaan pelatihan gelombang pertama direncanakan berlangsung di beberapa lokasi pendidikan, antara lain di Pusdikkes, Skadik 301, Pusbahasa AU, Kodam Jaya, dan Pasmar 1,".
Pelatihan gelombang pertama dijadwalkan mulai April 2026 dan berlangsung sekitar satu setengah bulan dengan total kuota 4.000 ASN untuk dua gelombang sepanjang 2026.
Hingga Kamis, tercatat 987 ASN telah mendaftar untuk mengikuti pelatihan komcad gelombang pertama.
Pemerintah berharap pelatihan ini menumbuhkan semangat dan jiwa nasionalisme ASN dalam mengabdi kepada masyarakat dan negara.
- Penulis :
- Aditya Yohan







