Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Indah Kurniawati Tekankan Pemenuhan Gizi dan Penguatan Keluarga dalam Sosialisasi Program MBG di Sidoarjo

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Indah Kurniawati Tekankan Pemenuhan Gizi dan Penguatan Keluarga dalam Sosialisasi Program MBG di Sidoarjo
Foto: (Sumber : Komisi IX DPR RI Indah Kurniawati dalam sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Pendopo Abah Yarno, Kecamatan Prambon, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. ANTARA/HO-Komisi IX.)

Pantau - Anggota Komisi IX DPR RI Indah Kurniawati menekankan pentingnya pemenuhan gizi dan penguatan keluarga dalam sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis di Pendopo Abah Yarno, Kecamatan Prambon, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.

Ia menyatakan, “Perhatian terhadap gizi menjadi sangat penting. Program makan bergizi diharapkan tidak hanya menyasar anak sekolah, tetapi ke depan dapat menjangkau kelompok masyarakat lain, termasuk lansia. Namun, kualitas pelayanan dan makanan harus benar-benar dijaga,”.

Ia menyampaikan pembangunan bangsa berawal dari keluarga yang kuat sehingga pembangunan keluarga menjadi bagian penting dari pembangunan nasional melalui pemenuhan gizi yang baik dan berkelanjutan.

Ia menjelaskan saat ini bertugas di Komisi IX DPR RI yang bermitra dengan Kementerian Kesehatan, Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Badan Pengawas Obat dan Makanan, serta Badan Gizi Nasional.

Pengawasan dan Pelibatan Masyarakat

Ia menegaskan tugas Komisi IX DPR RI tidak hanya melakukan sosialisasi, tetapi juga memastikan program pemerintah berjalan tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Ia mengingatkan masyarakat agar lebih cerdas dalam memilih makanan dan minuman dengan memperhatikan label kemasan, izin edar, serta tanggal kedaluwarsa guna menjaga kesehatan keluarga dan mendukung keberhasilan program MBG.

Ia menyatakan, "Program MBG yang dijalankan BGN, merupakan investasi jangka panjang bagi bangsa,".

Ia berharap keberadaan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi di suatu wilayah dapat melibatkan masyarakat setempat sebagai pemasok bahan pangan.

Ia menilai keterlibatan masyarakat tidak hanya meningkatkan kualitas gizi anak-anak, tetapi juga mampu menggerakkan perekonomian lokal.

Ia membuka ruang dialog bagi masyarakat untuk menyampaikan masukan dan aspirasi secara konstruktif serta menegaskan pengawasan program membutuhkan peran bersama.

Ia berharap kegiatan sosialisasi menjadi momentum mempererat silaturahim sekaligus memperkuat komitmen membangun generasi Indonesia yang sehat, unggul, dan berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.

Penulis :
Ahmad Yusuf