Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Dinas Kesehatan Kaltim Perkuat Standar Keamanan dan Gizi Program Makan Bergizi Gratis untuk Generasi Emas 2045

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Dinas Kesehatan Kaltim Perkuat Standar Keamanan dan Gizi Program Makan Bergizi Gratis untuk Generasi Emas 2045
Foto: Kepala Dinas Kesehatan Kaltim Jaya Mualimin (sumber: ANTARA/Ahmad Rifandi)

Pantau - Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur terus memperkuat standar keamanan dan kualitas gizi pada Program Makan Bergizi Gratis melalui pelatihan intensif bagi para pelatih tingkat regional yang digelar di Samarinda pada Jumat.

Kepala Dinas Kesehatan Kaltim Jaya Mualimin menyampaikan, "Ketika kita berbicara tentang MBG di sekolah, sesungguhnya kita sedang berbicara tentang investasi kesehatan, kecerdasan, dan produktivitas generasi masa depan.".

Langkah berkesinambungan ini diselenggarakan secara sinergis bersama Badan Gizi Nasional berkolaborasi dengan UNICEF untuk mempercepat perbaikan status gizi masyarakat secara menyeluruh.

Keamanan Pangan Jadi Kunci Keberhasilan Program

Keberhasilan program strategis nasional tersebut tidak hanya diukur dari ketersediaan porsi makanan rutin, tetapi sangat bergantung pada pengelolaan keamanan pangan harian yang ketat.

Jaya menegaskan, "Sebab, menu makanan sarat gizi yang tidak dikelola dengan prinsip kebersihan prima justru berpotensi memunculkan berbagai risiko gangguan kesehatan baru bagi anak-anak sekolah.".

Ia juga mengingatkan bahwa sajian pangan harian yang hanya terjamin aman namun tidak memenuhi standar kebutuhan nutrisi dipastikan gagal mengoptimalkan fase penting tumbuh kembang peserta didik.

Kolaborasi Lintas Sektor dan Adaptasi Wilayah Terpencil

Seluruh peserta pelatihan lintas sektor ditargetkan mampu bertransformasi menjadi agen pelatih yang cakap dalam mengawasi mutu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi di wilayah kerja masing-masing.

Karakteristik geografis Pulau Kalimantan yang luas mengharuskan setiap pelatih mampu mencari solusi adaptasi standar kelayakan nasional dengan kondisi infrastruktur daerah terpencil.

Program edukasi gizi dinilai fundamental agar anak usia sekolah memiliki literasi kuat mengenai perilaku hidup bersih dan sehat.

Kolaborasi antarlembaga yang melibatkan dinas pendidikan, Badan Pengawas Obat dan Makanan hingga kantor kementerian agama dirancang untuk memastikan tidak ada celah penurunan mutu layanan program.

Jaya menyatakan, "Berbekal konsolidasi tenaga pelatih bersertifikat ini, kami meyakini peta jalan strategis dalam menciptakan generasi unggul berdaya saing global untuk menyongsong Indonesia Emas 2045 semakin kokoh terbangun".

Penulis :
Shila Glorya