Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Sekolah Rakyat Tambah Guru dan Bangun 104 Gedung Permanen, Mensos Pastikan Pendidikan untuk Keluarga Miskin Terus Diperkuat

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Sekolah Rakyat Tambah Guru dan Bangun 104 Gedung Permanen, Mensos Pastikan Pendidikan untuk Keluarga Miskin Terus Diperkuat
Foto: (Sumber : Mensos Saifullah memberikan keterangan kepada media pada acara buka puasa bersama dengan guru dan siswa sekolah rakyat yang digelar di ICE BSD Tangerang, Jumat. ANTARA/Irfan.)

Pantau - Kementerian Sosial memastikan fasilitas gedung dan tenaga pendidik untuk Sekolah Rakyat terus bertambah guna mendukung kegiatan belajar mengajar bagi siswa dari keluarga prasejahtera.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyampaikan hal tersebut di Tangerang pada Jumat saat acara buka puasa bersama guru dan siswa Sekolah Rakyat di ICE BSD Tangerang.

Ia mengatakan kebutuhan tambahan guru masih dibahas karena di sejumlah titik Sekolah Rakyat masih terjadi kekurangan tenaga pengajar.

“Kita masih bahas kebutuhannya bersama teman-teman BKN. Karena memang di beberapa titik masih ada kekurangan guru,” ungkapnya.

Pemerintah saat ini membahas kebutuhan tambahan guru bersama Badan Kepegawaian Negara dan kementerian terkait.

Ia memastikan para guru yang mengajar telah melalui proses seleksi ketat dan merupakan guru bersertifikat yang telah mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG).

Proses seleksi tersebut dilakukan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah bersama Badan Kepegawaian Negara serta didampingi Kementerian PAN-RB.

“Rata-rata guru masih muda, di bawah 30 tahun, dan memiliki kemampuan mengajar yang memadai. Mereka sudah beradaptasi selama enam bulan terakhir,” ia menjelaskan.

Untuk mendukung kegiatan belajar, pemerintah tengah membangun gedung permanen di 104 titik lokasi Sekolah Rakyat.

Setiap lokasi nantinya mampu menampung hingga 1.000 siswa dari jenjang SD, SMP, dan SMA.

Selama masa rintisan, kegiatan belajar mengajar masih memanfaatkan gedung milik Kementerian Sosial, Kementerian Ketenagakerjaan, balai milik Diktasmen, serta fasilitas pemerintah daerah.

“Nanti setelah gedung permanen selesai, siswa akan pindah ke fasilitas yang lebih lengkap, mulai dari asrama siswa dan guru, ruang kelas, perpustakaan, laboratorium, aula, hingga sarana ekstrakurikuler,” kata Mensos.

Siswa Sekolah Rakyat berasal dari keluarga prasejahtera yang masuk kelompok desil satu dan dua atau kategori miskin dan miskin ekstrem.

Program Sekolah Rakyat menjadi wujud perhatian pemerintah terhadap keluarga yang mengalami kesulitan menyekolahkan anak-anaknya.

“Ini adalah gagasan Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan kesempatan pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga yang kurang mampu,” ujarnya.

Sekolah Rakyat dirancang sebagai sekolah berasrama atau boarding school yang tidak hanya memberikan pelajaran akademik, tetapi juga pendidikan karakter.

Dalam penerimaan siswa tidak dilakukan tes akademik, melainkan berdasarkan pemenuhan syarat administratif.

Sebagian siswa Sekolah Rakyat diketahui sebelumnya sempat putus sekolah.

“Tapi saya mengaku gembira melihat perkembangan siswa yang dinilai semakin percaya diri dan mampu mengikuti pembelajaran dengan baik,” tuturnya.

Penulis :
Ahmad Yusuf
Editor :
Tria Dianti