
Pantau - Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengungkapkan siswa sekolah rakyat menunjukkan perkembangan signifikan setelah enam bulan menempuh pendidikan, mulai dari peningkatan berat badan hingga tumbuhnya sikap disiplin dan optimisme.
Dalam acara buka puasa bersama guru dan siswa sekolah rakyat di ICE BSD, Tangerang, ia menyampaikan "Wajah mereka hari ini menunjukkan rasa optimis meraih mimpi masa depannya. Jauh sekali ketika mereka pertama kali baru pertama datang. Ini bisa dilihat dari penampilan di depan para guru hari ini. Bahkan banyak orang tua yang melapor mengenai perkembangan positif anaknya," ungkapnya.
Ia menjelaskan para siswa saat pertama kali masuk memiliki latar belakang dan permasalahan yang beragam karena penerimaan di sekolah rakyat berbeda dengan sekolah pada umumnya yang hanya berdasarkan kelengkapan administrasi.
Menurutnya, komitmen Presiden Prabowo Subianto terhadap program sekolah rakyat membuat berbagai tantangan selama enam bulan terakhir mampu diatasi meskipun ke depan masih akan terus ditingkatkan.
Mensos menyampaikan "Kita lihat hari ini, para siswa mampu tampil berani dengan pidato menggunakan bahasa Mandarin, Inggris dan Arab. Ini tentunya capai yang luar biasa," ujarnya.
Ia menambahkan sekolah rakyat menghadapi tantangan beragam mulai dari perbedaan kemampuan siswa hingga kebutuhan tenaga pendidik yang memadai.
Ia menyampaikan "Ada yang usia 9 tahun masih kelas 1 SD, atau 15 tahun baru masuk kelas 1 SMP. Ada yang sempat putus sekolah satu sampai dua tahun," jelasnya.
Untuk meningkatkan kapasitas pendidik, Kementerian Sosial selama dua hari mengumpulkan seluruh guru sekolah rakyat yang diakhiri dengan kegiatan buka puasa bersama.
Ia menegaskan "Tujuan utama program ini adalah memastikan para siswa nantinya menjadi lulusan Sekolah Rakyat yang tangguh, terampil, berkarakter, dan cerdas," tegasnya.
Saat ini sekolah rakyat telah berjalan lebih dari enam bulan di 166 titik dengan jumlah hampir 16 ribu siswa di berbagai daerah.
- Penulis :
- Aditya Yohan
- Editor :
- Tria Dianti







