Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Dirut PT PAL: Konsolidasi Galangan Kapal Momentum Optimalkan Kebutuhan Maritim Nasional

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Dirut PT PAL: Konsolidasi Galangan Kapal Momentum Optimalkan Kebutuhan Maritim Nasional
Foto: (Sumber : Direktur Utama PT PAL Indonesia Kaharuddin Djenod dalam Diskusi Strategis Industri Maritim Chapter II di Jakarta, Jumat (27/2/2026). ANTARA/ (Muhammad Baqir Idrus Alatas..)

Pantau - Direktur Utama PT PAL Indonesia Kaharuddin Djenod menyatakan konsolidasi galangan kapal nasional menjadi momentum untuk mengoptimalkan peluang kebutuhan maritim Indonesia agar dapat dipenuhi secara mandiri.

Ia mengatakan, "Kita akan terus adakan konsolidasi ini dan tahun ini saja, minimal kita akan ada 23 kapal yang harus dikontrak dan segera harus dikerjakan. Ini sudah kita bisa bagi sesuai dengan kemampuan, sesuai dengan proporsi, maka konsolidasi ini menjadi sangat penting,".

Kaharuddin menjelaskan sejak Prabowo Subianto terpilih menjadi Presiden, sektor maritim ditetapkan sebagai salah satu pilar kontributor pertumbuhan ekonomi nasional.

Melalui Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), PT PAL Indonesia ditunjuk sebagai lead integrator galangan kapal nasional sehingga seluruh kebutuhan kapal baru BUMN harus dipesan melalui perusahaan tersebut.

Ia menegaskan penugasan tersebut merupakan tanggung jawab besar untuk mengawal visi besar negara.

Kaharuddin menilai Indonesia masih terjebak dalam persaingan tidak sehat dan gesekan antar pelaku industri maritim serta industri pendukung di dalam negeri sehingga potensi besar justru lari ke luar negeri.

Ia mengatakan, "Yang harus kita lakukan adalah bagaimana agar angka-angka ini benar-benar kita bisa ambil alih, angka-angka ini benar-benar harus ada di dalam negeri kita dengan cara kita menyatukan langkah kita, kita menyamakan langkah kita, kita bergandeng tangan satu dengan yang lain. Kue ini terlalu besar untuk kita kemudian saling berkompetisi yang tidak sehat,".

Presiden menugaskan PT PAL sebagai lead integrator dan national consolidator dengan dua tanggung jawab utama.

Tanggung jawab pertama adalah penguatan kualitas korporasi dan produk agar industri maritim Indonesia naik kelas dan mampu bersaing secara global.

Tanggung jawab kedua adalah mencapai skala ekonomi industri melalui pengumpulan volume kebutuhan komponen seperti main engine, genset, kabel, pipa, dan panel listrik agar layak secara bisnis membangun pabrik baru di Indonesia.

Kaharuddin mengatakan, "Jadi, penugasan Presiden Prabowo Subianto untuk memerintahkan pembangunan seluruh kapal baru di Indonesia kepada PT PAL Indonesia, bukan sekedar untuk memberikan PT PAL proyek raksasa, tetapi memberikan PT. PAL dua tugas,".

Ia menambahkan, "Yang pertama adalah bagaimana bersama-sama mengangkat semua industri sektor maritim, mengangkat kualitas korporasi dan kualitas produk. Dan yang kedua adalah mengumpulkan jumlah equipment, tools, modul, panel, dan sebagainya untuk bisa memenuhi skala keekonomian untuk membangun satu pabrik, dua pabrik, dan bahkan ratusan pabrik di Indonesia,".

Penulis :
Aditya Yohan