
Pantau - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan memprogramkan setiap desa dan kelurahan di 17 kabupaten dan kota memiliki minimal satu sekolah pendidikan anak usia dini atau PAUD guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak dini.
Program tersebut disampaikan Wakil Gubernur Sumatera Selatan Cik Ujang di Palembang pada Sabtu, 28 Februari 2026.
"Kami memprogramkan setiap desa memiliki satu PAUD untuk membekali anak-anak mempersiapkan diri menempuh jenjang pendidikan dasar," ujarnya.
Menurut dia, idealnya setiap desa dan kelurahan memiliki satu sekolah PAUD karena lembaga tersebut menjadi pengenalan awal pendidikan bagi anak-anak.
Berdasarkan data pemerintah provinsi, jumlah sekolah PAUD di Sumatera Selatan saat ini mencapai sekitar 3.000 unit lebih.
Meskipun jumlahnya cukup banyak, penyebaran PAUD dinilai belum merata karena mayoritas masih berada di wilayah perkotaan.
"Melihat kondisi tersebut, kami berupaya melakukan pemerataan PAUD ke setiap desa. Jika satu desa dan kelurahan memiliki satu PAUD, diharapkan kualitas sumber daya manusia Sumsel akan semakin baik," kata Cik Ujang.
PAUD merupakan jenjang pendidikan bagi anak hingga usia enam tahun yang bertujuan memberikan rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan fisik, emosional, sosial, kognitif, spiritual, serta moral anak.
Pendidikan tersebut diharapkan membuat anak memiliki kesiapan untuk memasuki jenjang pendidikan yang lebih lanjut.
PAUD juga bertujuan mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan anak melalui pemberian stimulasi yang tepat agar dapat tumbuh secara menyeluruh.
Selain membentuk kesiapan belajar, PAUD diarahkan untuk mengembangkan potensi diri anak agar menjadi individu yang cerdas, kreatif, mandiri, dan berakhlak mulia.
Untuk mewujudkan program Satu Desa dan Kelurahan Satu PAUD, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan terus mendorong pembangunan PAUD hingga ke daerah pelosok.
Dalam beberapa tahun terakhir telah dilakukan pembangunan sekolah PAUD rintisan di desa dan kelurahan pelosok.
"Pembangunan PAUD rintisan itu dikawal tim Dinas Pendidikan Sumsel dengan melibatkan pemuda desa setempat sebagai tenaga pengajar atau pengasuhnya," jelas Cik Ujang.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







