Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Bupati Johannes Rettob Tegaskan Penyelesaian Konflik Kapiraya Dilakukan Damai dan Imbau Warga Tahan Diri

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Bupati Johannes Rettob Tegaskan Penyelesaian Konflik Kapiraya Dilakukan Damai dan Imbau Warga Tahan Diri
Foto: Bupati Mimika, Johannes Rettob (sumber: ANTARA/Marselinus Nara)

Pantau - Bupati Mimika Johannes Rettob mengimbau semua pihak yang sedang bersengketa di Kapiraya, Distrik Mimika Barat Tengah, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, agar menghargai seluruh proses penyelesaian konflik yang sedang dilakukan pemerintah.

Ia menyampaikan telah turun langsung ke Kapiraya dan bertemu dengan masyarakat setempat untuk berdialog terkait situasi yang terjadi di wilayah tersebut.

Dalam pertemuan itu, ia menegaskan, "Kemarin saya sudah turun ke Kapiraya dan bertemu dengan masyarakat di sana. Saya sampaikan kepada masyarakat bahwa selama proses penyelesaian ini berlangsung tidak ada konflik antarwarga terjadi di sana," ungkapnya.

Pemerintah Kabupaten Mimika, kata dia, berkomitmen menyelesaikan konflik di wilayah Kapiraya secara damai melalui pendekatan dialog dan musyawarah bersama masyarakat.

Tim Harmoni Turun ke Lokasi Konflik

Sebagai langkah konkret, Pemerintah Kabupaten Mimika telah membentuk Tim Harmoni Penegasan Tapal Batas Hak Ulayat untuk menangani persoalan sengketa tersebut.

Tim tersebut telah turun langsung ke lokasi konflik untuk bertemu dan berdiskusi dengan masyarakat Kapiraya guna mempercepat proses penyelesaian.

Ia kembali menegaskan, "Saya sampaikan kepada masyarakat bahwa tim kita sudah turun di lokasi dan berdiskusi dengan masyarakat dan bertemu dengan masyarakat," ujarnya.

Bupati berharap seluruh pihak dapat menahan diri dan memberikan ruang bagi tim yang telah dibentuk untuk bekerja menyelesaikan persoalan secara musyawarah.

Penutupan Bandara Bukan Terkait Konflik

Bupati Mimika juga menegaskan bahwa penutupan lapangan terbang Kapiraya bukan dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Mimika.

Ia menjelaskan, "Penutupan lapangan terbang di Kapiraya itu oleh Kementerian Perhubungan dan itu tidak ada hubungan dengan konflik Kapiraya, tetapi ada masalah lain yang menyebabkan 11 lapangan terbang perintis di wilayah Papua ditutup termasuk Kapiraya," tegasnya.

Ia menambahkan bahwa pemerintah daerah tetap fokus pada penyelesaian konflik Kapiraya agar situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga.

Masyarakat diimbau untuk tidak terprovokasi dan mendukung langkah pemerintah dalam menuntaskan sengketa secara damai.

Penulis :
Leon Weldrick