Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

50 Mahasiswa Unimed Diterjunkan Bantu Pemulihan Pascabencana di Langkat

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

50 Mahasiswa Unimed Diterjunkan Bantu Pemulihan Pascabencana di Langkat
Foto: (Sumber: Mahasiswa Unimed melaksanakan Program Mahasiswa Berdampak Pemulihan Pasca Bencana Kemendiktisaintek Tahun 2026 di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. ANTARA/HO-Unimed.)

Pantau - Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Medan melepas 50 mahasiswa Jurusan Pendidikan Luar Sekolah untuk menjalankan Program Mahasiswa Berdampak Pemulihan Pascabencana Kemendiktisaintek 2026 di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

Mahasiswa diterjunkan membantu pemulihan pascabencana banjir dan longsor di Kampung Darussalam, Desa Telaga Said, Kecamatan Sei Lepan, selama satu bulan.

Wakil Dekan III FIP Unimed Dr Elvi Mailani berharap kegiatan tersebut memberikan dampak positif bagi masyarakat terdampak bencana.

Program difokuskan pada pemberdayaan masyarakat, penguatan ekonomi, serta pemulihan sosial dengan pendampingan dosen sebagai ketua kelompok.

Fokus Kemandirian Ekonomi dan Energi

Ketua Pembimbing tim Unimed Mahfuzi Irwan menyatakan “Kehadiran mahasiswa Unimed diharapkan mampu memberikan perubahan nyata terhadap kondisi ekonomi masyarakat serta membuka peluang kerja sama berkelanjutan antara perguruan tinggi dan desa dalam mendukung pembangunan dan ketahanan ekonomi lokal.”

Sejumlah inisiatif yang dijalankan meliputi pemanfaatan panel surya untuk penerangan dan listrik alternatif, pengembangan sistem hidroponik, layanan konseling, serta pendampingan usaha masyarakat.

Mahasiswa juga mendampingi warga mengembangkan ide kreatif dan inovasi produk bernilai tambah guna mempercepat pemulihan ekonomi.

Sebelum diterjunkan, peserta mengikuti pembekalan terkait penanganan pascabencana, etika berinteraksi dengan masyarakat, mitigasi risiko lapangan, serta perencanaan program berbasis kebutuhan lokal.

Fokus kegiatan diarahkan pada kedaulatan pangan, kemandirian energi, kesehatan masyarakat, serta pengembangan ekonomi kreatif, ekonomi hijau, dan ekonomi biru.

Penulis :
Gerry Eka