
Teluk Nibung, 02-03-2026 - Upaya pelarian bandar besar narkotika berinisial “Ko Erwin” melalui jalur laut menuju Malaysia berhasil digagalkan dalam operasi gabungan aparat penegak hukum di perairan Bagan Asahan, depan Sei Silo, Sumatera Utara, Kamis (26/02). Dalam operasi tersebut, kapal patroli Bea Cukai berperan penting membantu proses pengejaran dan penangkapan buronan Mabes Polri itu.
Operasi ini melibatkan unsur NIC Mabes Polri, Direktorat Narkoba Polda Sumut, Polres Asahan, serta Bea Cukai Teluk Nibung yang mengerahkan kapal patroli BC 15031 dan BC 1508. Berdasarkan informasi dari NIC Mabes Polri dan Direktorat Narkoba Polda Sumut, Ko Erwin diketahui berupaya melarikan diri ke Malaysia melalui jalur tidak resmi atau “jalur tikus” di wilayah perairan Asahan.
Untuk menindaklanjuti informasi tersebut, aparat kepolisian berkoordinasi dengan Bea Cukai meminta dukungan armada laut dan personel dalam proses pengejaran. Tim gabungan yang menggunakan kapal patroli BC 15031 kemudian melakukan penyisiran di titik koordinat yang telah dianalisis sebelumnya. DPO tersebut terdeteksi berada di atas kapal nelayan yang hendak bergerak menuju perairan Malaysia. Petugas kemudian mengamankan Ko Erwin tanpa perlawanan dan membawanya untuk proses hukum lebih lanjut ke Jakarta.
Direktur Interdiksi Narkotika Bea Cukai, R. Syarif Hidayat, mengatakan bahwa dukungan armada patroli laut merupakan bagian dari komitmen Bea Cukai dalam menjaga perairan Indonesia dari penyalahgunaan jalur laut untuk kejahatan narkotika. “Jalur laut kerap dimanfaatkan sebagai celah pelarian maupun distribusi narkotika. Kehadiran kapal patroli Bea Cukai di wilayah perairan rawan menjadi bentuk nyata perlindungan negara terhadap masyarakat dari ancaman jaringan narkotika,” ujarnya.
Syarif menegaskan bahwa sinergi antarinstansi menjadi kunci dalam menghadapi jaringan narkotika yang terorganisir dan lintas wilayah. Dukungan Bea Cukai dalam operasi ini, lanjutnya, menjadi bagian dari upaya bersama memutus mata rantai peredaran gelap narkotika dari hulu hingga hilir. Wilayah perairan Asahan sendiri dikenal memiliki sejumlah akses laut yang berpotensi dimanfaatkan sebagai jalur keluar masuk tidak resmi. Karena itu, patroli laut secara rutin dilakukan untuk mencegah penyelundupan barang terlarang maupun pelarian pelaku kejahatan.
"Kami menilai penangkapan Ko Erwin menjadi langkah penting dalam penegakan hukum terhadap jaringan narkotika skala besar. Selain membawa pelaku ke proses hukum, operasi ini juga mengirim pesan bahwa jalur laut bukan ruang bebas bagi pelaku kejahatan untuk menghindari jerat hukum," tambah Syarif.
Dengan penguatan patroli dan koordinasi lintas lembaga, aparat berharap ruang gerak jaringan narkotika semakin sempit, sehingga dampak sosial yang ditimbulkan, mulai dari kerusakan kesehatan, kriminalitas, hingga degradasi produktivitas generasi muda, dapat ditekan secara signifikan.
- Penulis :
- Arian Mesa







