Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Danantara-INA Teken Perjanjian Investasi di Proyek CA-EDC Chandra Asri

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Danantara-INA Teken Perjanjian Investasi di Proyek CA-EDC Chandra Asri
Foto: (Sumber : Danantara Indonesia, Indonesia Investment Authority (INA) dan Chandra Asri Group secara resmi menandatangani Conditional Share Subscription Agreement (CSSA) di Jakarta, Selasa (03/03/2026). (Danantara).)

Pantau - Danantara Indonesia, Indonesia Investment Authority (INA), dan Chandra Asri Group resmi menandatangani Conditional Share Subscription Agreement (CSSA) untuk memperkuat kapasitas produksi Caustic Soda dan Ethylene Dichloride (EDC) domestik, serta meningkatkan ketahanan pasokan dalam negeri.

Investasi ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan impor bahan kimia strategis, mempercepat hilirisasi, dan mendorong pengembangan industri bahan baku strategis di Indonesia, yang diharapkan dapat memperkuat ketahanan industri nasional.

Pandu Sjahrir, Chief Investment Officer Danantara Indonesia, menyatakan bahwa kolaborasi ini adalah respons terhadap ketergantungan impor dan langkah nyata untuk mempercepat hilirisasi yang menjadi kunci penggerak ekonomi Indonesia.

Eddy Porwanto, pengganti sementara Ketua Dewan Direktur INA, menyebutkan bahwa investasi ini merupakan mandat jangka panjang untuk mendukung sektor-sektor prioritas nasional serta memperkuat ketahanan industri nasional.

Sementara itu, Erwin Ciputra, Presiden Direktur dan CEO Chandra Asri Group, berharap proyek CA-EDC ini akan mengurangi ketergantungan impor bahan kimia dan memperkuat ketahanan rantai pasokan domestik.

Proyek ini diperkirakan akan membuka 3.000 peluang kerja selama tahap konstruksi dan 250 peluang kerja ketika pabrik mulai beroperasi. Pabrik yang akan dibangun di Cilegon, Banten, dengan nilai proyek mencapai 800 juta dolar AS, direncanakan mulai beroperasi pada 2027.

Pada fase pertama, pabrik ini akan memproduksi 400.000 ton Caustic Soda dan 500.000 ton EDC per tahun. Danantara dan INA akan bersama-sama menanamkan modal sebesar 200 juta dolar AS untuk mendanai proyek ini.

Diharapkan proyek ini dapat memperkuat substitusi impor, mendukung hilirisasi, dan meningkatkan daya saing industri kimia nasional, yang akan memberikan dampak positif bagi perekonomian Indonesia.

Penulis :
Aditya Yohan