Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Kemendikdasmen Targetkan Pemulihan Pendidikan Pascabanjir dan Longsor di Tiga Provinsi Rampung dalam 3 Tahun

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Kemendikdasmen Targetkan Pemulihan Pendidikan Pascabanjir dan Longsor di Tiga Provinsi Rampung dalam 3 Tahun
Foto: (Sumber : Perwakilan Sekretariat Nasional Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) Kemendikdasmen Jamjam Muzaki (kedua dari kiri) memaparkan materi terkait pemulihan layanan pendidikan pascabencana dalam acara Dialog Kebijakan Kemendikdasmen di Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten pada Senin sore (2/3/2026). ANTARA/Hana Dewi Kinarina Kaban.)

Pantau - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikdasmen menargetkan pemulihan layanan pendidikan pascabencana banjir dan longsor di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat berlangsung dalam waktu tiga tahun.

Perwakilan Sekretariat Nasional Satuan Pendidikan Aman Bencana SPAB Kemendikdasmen Jamjam Muzaki menyampaikan target tersebut dalam acara Dialog Kebijakan Kemendikdasmen di Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten.

Jamjam mengatakan, "Mungkin kami target pemulihan ini sama dengan BNPB, 3 tahun,".

Pada tahun ini, prioritas utama difokuskan pada pemulihan sarana dan prasarana pendidikan yang terdampak bencana.

Pemulihan tersebut akan didukung dengan penyesuaian kebijakan yang relevan agar proses belajar mengajar tetap berjalan.

Untuk membantu akses pendidikan secara darurat, Kemendikdasmen telah mendirikan tenda darurat guna menjalankan layanan pendidikan sementara.

Sebanyak 168 tenda telah disalurkan untuk mendukung pemulihan layanan pendidikan secara bertahap di wilayah terdampak.

Jamjam mengatakan, "Kami sudah distribusi sekitar 168 tenda dan mungkin saat ini masih ada banyak sekolah yang ada di tenda gitu ya. Juga ada 44 sekolah yang kita bangunkan ruang kelas darurat jadi semi permanen untuk sementara sampai proses pemulihan berjalan,".

Selain tenda darurat, terdapat 44 sekolah yang dibangunkan ruang kelas darurat semi permanen sebagai solusi sementara hingga pemulihan selesai.

Kemendikdasmen juga berupaya memulihkan akses menuju satuan pendidikan yang terdampak bencana akibat jembatan terputus, jalan longsor, dan banjir.

Hambatan tersebut menyebabkan siswa dan guru kesulitan mencapai sekolah sehingga mengganggu kegiatan belajar mengajar.

Di Aceh Tengah, terdapat kasus jembatan yang belum pulih sehingga guru harus menyeberangi sungai menggunakan sling atau tambang untuk mengajar.

Jamjam mengatakan, "Karena jembatan terputus atau misalkan jalannya kena longsor atau kebanjiran sehingga tidak bisa dilalui, siswa maupun guru tidak bisa ke sekolah. Ada kasus, misalkan di Aceh Tengah, mungkin sampai sekarang ada beberapa yang jembatannya belum pulih, guru-guru kita harus menyeberangi sungai dengan menggunakan sling gitu, jadi kayak tambang gitu, menggunakan sling saja,".

Selain pemulihan fisik dan akses, Kemendikdasmen juga terus memberikan layanan pendampingan sosial kepada warga sekolah yang terdampak bencana.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pemulihan pendidikan berjalan menyeluruh dan berkelanjutan di tiga provinsi terdampak.

Penulis :
Ahmad Yusuf