
Pantau - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi resmi meluncurkan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesiologi dan Terapi Intensif di Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo sebagai upaya mempercepat pemenuhan kebutuhan dokter spesialis di kawasan timur Indonesia pada Rabu.
Program tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat layanan kesehatan melalui peningkatan kapasitas pendidikan dokter spesialis di berbagai daerah.
Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Khairul Munadi menyatakan pembukaan program tersebut merupakan langkah nyata dalam meningkatkan layanan kesehatan di wilayah yang masih membutuhkan tenaga ahli.
"Pembukaan program pendidikan dokter spesialis ini merupakan langkah konkret dalam menjawab kebutuhan layanan kesehatan yang memerlukan kepakaran di berbagai daerah, khususnya di kawasan timur Indonesia.", ungkapnya.
Khairul menjelaskan pemerintah menargetkan pembukaan 148 program pendidikan dokter spesialis pada 57 fakultas kedokteran di seluruh Indonesia.
Ia menyebutkan hingga saat ini jumlah program yang telah dibuka mencapai 160 program studi spesialis sehingga melampaui target yang telah ditetapkan.
"Komitmen untuk memperkuat layanan kesehatan melalui pendidikan tinggi berjalan sesuai, bahkan melampaui target yang telah ditetapkan. Kita berada pada jalur cepat yang dinamis dan prospektif.", ujarnya.
Rektor Universitas Negeri Gorontalo Eduart Wolok menyebut pembukaan program tersebut sebagai capaian strategis bagi institusinya.
Ia menilai kepercayaan dari Kemdiktisaintek menjadi kebanggaan sekaligus tanggung jawab besar bagi seluruh sivitas akademika universitas tersebut.
"Yang menjadikan momen semakin istimewa adalah UNG merupakan salah satu fakultas kedokteran termuda yang dipercaya membuka pendidikan dokter spesialis. Kepercayaan ini harus dijawab dengan kerja sungguh-sungguh dan komitmen menjaga mutu.", katanya.
Eduart menilai pembukaan Program Studi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif sangat penting untuk memenuhi kebutuhan dokter spesialis di Gorontalo dan kawasan Teluk Tomini.
Selama ini akses pendidikan dokter spesialis di wilayah timur Indonesia masih terbatas karena jumlah institusi penyelenggara relatif sedikit.
Beberapa perguruan tinggi yang telah menyelenggarakan pendidikan tersebut antara lain Universitas Hasanuddin dan Universitas Sam Ratulangi.
Eduart berharap kehadiran program PPDS di Universitas Negeri Gorontalo dapat mempercepat pemenuhan tenaga dokter spesialis di daerah yang masih kekurangan tenaga medis.
Ia juga berharap program tersebut membuka peluang pengembangan program pendidikan dokter spesialis lainnya di masa mendatang.
Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menyampaikan apresiasi kepada Kemdiktisaintek atas perhatian terhadap pengembangan pendidikan tinggi di daerah tersebut.
Ia menegaskan pemerintah daerah siap memberikan dukungan bagi penguatan Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo.
Dukungan tersebut termasuk mendorong kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi serta melibatkan sektor swasta untuk memastikan keberlanjutan dan mutu pendidikan dokter spesialis.
"Perhatian Kemdiktisaintek bagi Gorontalo merupakan dukungan besar bagi kami. Ini menjadi momentum penting untuk mendorong peningkatan kualitas layanan kesehatan melalui pendidikan.", ujarnya.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







