
Pantau - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau penerapan pendidikan berbasis Internet of Things (IoT) di SMP Santo Yusup Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat, pada Rabu 4 Maret 2026.
Gibran tiba di SMP Santo Yusup dengan mengenakan kemeja biru muda.
Kedatangan Gibran disambut oleh Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan dan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan.
Dalam kunjungan tersebut, Gibran meninjau langsung kegiatan ekstrakurikuler e-sport yang diikuti para siswa.
Ia juga melihat proses pembelajaran berbasis produk Internet of Things yang diterapkan kepada siswa kelas 7 hingga kelas 9.
Gibran memasuki sejumlah ruang kelas untuk melihat secara langsung proses pembelajaran yang sedang berlangsung.
Ia juga berdialog dengan para siswa mengenai proses belajar serta inovasi teknologi yang mereka kembangkan.
Setelah berada di lokasi sekitar 30 menit, Gibran melanjutkan agenda kunjungan kerja ke Kabupaten Bandung.
Di Kabupaten Bandung, Gibran dijadwalkan meninjau sekolah dan pesantren.
Dorongan Pengembangan Teknologi Sejak Dini
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyampaikan bahwa pengembangan sains dan teknologi di tingkat sekolah menengah pertama perlu didorong sejak dini.
Muhammad Farhan mengatakan, "Ketika mereka sudah menghasilkan banyak inovasi dari sekarang, maka kemampuannya ataupun produk hasil pengembangan teknologi dapat dipanen di kemudian hari. Ini bisa menjadi konsep untuk membangun smart city di Kota Bandung."
Pembelajaran IoT Sudah Berjalan Dua Tahun
Guru teknik informatika SMP Santo Yusup Didit Wahyu Triono menjelaskan bahwa pendidikan Internet of Things di sekolah tersebut telah diterapkan dalam dua tahun terakhir.
Ia menjelaskan bahwa siswa kelas 7 mulai diperkenalkan dengan pembuatan gim sederhana sebagai dasar logika pemrograman.
Pada kelas 8, pembelajaran ditingkatkan dengan pengembangan gim yang lebih kompleks.
Didit Wahyu Triono mengatakan, "Ketika kelas 9, siswa dibuat berkelompok untuk membuat inovasi yang dibutuhkan masyarakat sehari-hari."
Beberapa karya yang dihasilkan siswa antara lain tong sampah berbasis sensor.
Karya lainnya berupa lampu yang dapat menyala menggunakan perintah suara.
Siswa juga membuat prototipe palang pintu kereta api otomatis.
Didit Wahyu Triono menambahkan bahwa produk yang dihasilkan para siswa masih berupa prototipe sebagai tahap pembelajaran awal.
Ia berharap pengetahuan tersebut dapat terus dikembangkan ketika para siswa melanjutkan pendidikan dan mendalami bidang Internet of Things.
- Penulis :
- Arian Mesa







