Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Pemerintah Tegaskan Kematian Siswa MIN 2 Ketahun Tidak Terkait Program Makan Bergizi Gratis

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Pemerintah Tegaskan Kematian Siswa MIN 2 Ketahun Tidak Terkait Program Makan Bergizi Gratis
Foto: Kepala Staf Kepresidenan M. Qodari menyampaikan update terkini capaian program prioritas pemerintah, dalam konferensi pers di Gedung KSP, kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu 4/3/2026 (sumber: ANTARA/Andi Firdaus)

Pantau - Pemerintah menyatakan kematian seorang siswa Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Ketahun, Bengkulu Utara bernama Fatih tidak berkaitan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah dilakukan penelusuran oleh Badan Gizi Nasional dan pemeriksaan medis terhadap korban.

Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Staf Kepresidenan M. Qodari dalam konferensi pers di Gedung Kantor Staf Presiden (KSP), kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta pada Rabu (4/3/2026).

Konferensi pers itu digelar untuk meluruskan isu yang sempat beredar di masyarakat mengenai dugaan keterkaitan kematian siswa tersebut dengan program MBG.

Qodari menyatakan, "Badan Gizi Nasional menegaskan bahwa kematian siswa tersebut tidak berkaitan dengan program MBG."

Ia juga menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Fatih serta menegaskan bahwa keselamatan anak-anak merupakan prioritas utama pemerintah dalam menjalankan berbagai program yang menyasar pelajar.

Menurutnya, setiap kejadian yang diduga berkaitan dengan program pemerintah akan ditindaklanjuti secara serius melalui pemeriksaan yang menyeluruh.

Hasil Investigasi dan Pemeriksaan Medis

Berdasarkan hasil investigasi, diketahui bahwa siswa tersebut telah pingsan sebelum menyantap paket makanan MBG yang dibagikan pada hari kejadian.

Pemeriksaan medis melalui CT Scan di Rumah Sakit Bhayangkara menunjukkan adanya pendarahan pada otak korban.

Qodari menjelaskan, "Hasil pemeriksaan medis, CT Scan di Rumah Sakit Bhayangkara menunjukkan adanya pendarahan otak, bukan gejala klinis keracunan makanan."

Temuan medis tersebut menegaskan bahwa kondisi yang dialami korban tidak berkaitan dengan keracunan makanan.

Selain pemeriksaan medis, dilakukan pula pengujian laboratorium terhadap sampel makanan yang berasal dari SPPG Giri Kencana.

Pengujian tersebut dilakukan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Hasil uji laboratorium menyatakan bahwa sampel makanan negatif dari bakteri berbahaya, termasuk bakteri E. Coli maupun kemungkinan cemaran berbahaya lainnya.

Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis

Dalam kesempatan yang sama, Qodari juga memaparkan perkembangan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis di Indonesia.

Ia menyebutkan bahwa hingga 2 Maret 2026 program MBG telah menjangkau 61,2 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia.

Sepanjang periode Januari hingga Februari 2026 tercatat terdapat 96 kejadian menonjol yang berkaitan dengan pelaksanaan program tersebut.

Dari jumlah itu, terjadi penurunan kasus dari Januari sebanyak 52 kejadian menjadi 44 kejadian pada Februari 2026.

Pemerintah kemudian melakukan sejumlah langkah korektif dan preventif untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan program MBG.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah menghentikan sementara operasional 47 unit SPPG untuk dilakukan evaluasi secara menyeluruh.

Pemerintah juga mempercepat proses sertifikasi higienis pada fasilitas yang terlibat dalam penyediaan makanan program MBG.

Selain itu, dilakukan peningkatan pelatihan keamanan pangan bagi pihak yang terlibat dalam distribusi dan penyediaan makanan.

Pengawasan terhadap pelaksanaan program juga diperkuat melalui kerja sama antara pemerintah daerah dan instansi kesehatan.

Penulis :
Arian Mesa