Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

BKSAP DPR Dorong Kerja Sama Perdagangan dan Bebas Visa untuk Perkuat Hubungan Indonesia-Mongolia

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

BKSAP DPR Dorong Kerja Sama Perdagangan dan Bebas Visa untuk Perkuat Hubungan Indonesia-Mongolia
Foto: (Sumber : Anggota BKSAP DPR RI, Muhammad Hilman Mufidi, dalam pertemuan Courtesy Call Ketua dan Anggota Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB) DPR RI Mongolia dengan Duta Besar Mongolia, di Ruang The Lounge BKSAP, Senayan, Jakarta, Kamis (5/3/2026). Foto: Jaka/Karisma.)

Pantau - Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI mendorong penguatan hubungan bilateral antara Indonesia dan Mongolia melalui kerja sama perdagangan serta kebijakan bebas visa bagi kedua negara.

Hal tersebut dibahas dalam pertemuan Courtesy Call Ketua dan Anggota Grup Kerja Sama Bilateral DPR RI Mongolia dengan Duta Besar Mongolia untuk Indonesia Enkhtaivan Dashnyam di Ruang The Lounge BKSAP, Senayan, Jakarta pada Kamis, 5 Maret 2026.

Anggota BKSAP DPR RI Muhammad Hilman Mufidi mengatakan pertemuan tersebut membahas berbagai peluang kerja sama strategis antara Indonesia dan Mongolia.

Kerja sama yang dibahas meliputi sektor ekonomi, budaya, hingga diplomasi.

“Pertemuan kali ini dengan Dubes Mongolia membahas banyak peluang besar terkait diplomasi dengan Mongolia dalam berbagai sektor seperti ekonomi, kultural, dan juga diplomasi,” ungkap Hilman.

Peluang Ekspor-Impor Komoditas

Hilman menilai kedua negara memiliki potensi besar untuk meningkatkan kerja sama perdagangan, khususnya dalam sektor ekspor dan impor komoditas.

Mongolia memiliki peluang untuk mengekspor produk daging ke Indonesia dengan mengikuti sertifikasi halal yang berlaku di Indonesia.

“Salah satu hal yang ingin kita buka adalah terkait ekspor-impor daging dari Mongolia, dan mereka juga akan mengikuti sertifikasi halal yang ada di Indonesia terkait produk makanan,” jelas Hilman.

Selain itu, Mongolia juga dikenal memiliki produk tekstil berkualitas seperti wol dan kasmir yang berpotensi mendukung industri tekstil di Indonesia.

Sebaliknya, Indonesia memiliki peluang mengekspor berbagai komoditas pangan yang dibutuhkan oleh masyarakat Mongolia.

Komoditas tersebut antara lain beras, minyak, serta berbagai bahan pangan lainnya.

DPR Dorong Kebijakan Bebas Visa

BKSAP DPR RI juga mendorong kebijakan bebas visa antara Indonesia dan Mongolia untuk memperkuat hubungan bilateral kedua negara.

Hubungan diplomatik antara Indonesia dan Mongolia diketahui telah terjalin selama sekitar 70 tahun.

Kebijakan bebas visa diharapkan dapat memperkuat koneksi antarnegara sekaligus membuka peluang kerja sama baru di berbagai sektor.

“Kita juga mendorong terkait bebas visa antara dua negara supaya koneksi atau hubungan Mongolia dan Indonesia yang sudah berjalan 70 tahun ini akan terus berkembang dan dapat membuka potensi-potensi lainnya ke depan,” kata Hilman.

Penulis :
Ahmad Yusuf