Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

BKKBN Tekankan Pengawasan Distribusi Program Makan Bergizi Gratis bagi Ibu Hamil dan Balita

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

BKKBN Tekankan Pengawasan Distribusi Program Makan Bergizi Gratis bagi Ibu Hamil dan Balita
Foto: (Sumber: Mendukbangga/Kepala BKKBN Wihaji pada konsolidasi Tim Pendamping Keluarga (TPK) untuk menyukseskan distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG) ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD (3B) di Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu (7/3/2026). ANTARA/HO-Kemendukbangga/BKKBN.)

Pantau - Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga sekaligus Kepala BKKBN Wihaji menekankan pentingnya peran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam mengawal distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non PAUD atau kelompok 3B.

Pernyataan tersebut disampaikan Wihaji saat melakukan kunjungan di Pontianak, Kalimantan Barat pada Sabtu 7 Maret 2026.

Program MBG 3B merupakan langkah strategis pemerintah untuk meningkatkan kualitas gizi kelompok rentan sekaligus mendukung tumbuh kembang generasi masa depan.

Wihaji menekankan distribusi program tersebut harus diawasi dengan baik agar benar-benar sampai kepada penerima manfaat.

Ia mengatakan, “Yang sudah berjalan harus terus kita kawal agar MBG 3B benar-benar sampai kepada ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non PAUD sebagai penerima manfaat.”

Ribuan Ibu Hamil dan Balita Jadi Sasaran

Berdasarkan data koordinator wilayah SPPG Provinsi Kalimantan Barat terdapat 60 dapur SPPG di Kota Pontianak yang memfasilitasi penyaluran MBG bagi kelompok 3B.

Program tersebut menargetkan penerima manfaat yang terdiri dari 1.910 ibu hamil.

Selain itu terdapat 3.718 ibu menyusui yang menjadi sasaran program.

Program tersebut juga menyasar 12.808 balita non PAUD sebagai penerima manfaat.

Wihaji menegaskan keberhasilan program MBG memerlukan sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

Ia mengatakan kerja sama tersebut penting agar program dapat berjalan efektif hingga tingkat keluarga di daerah.

Wihaji mengatakan, “Program ini membutuhkan kerja sama antara kementerian di pusat dan pemerintah daerah. Kita harus saling mendukung dan memperkuat satu sama lain. Pemerintah daerah merupakan perpanjangan tangan pemerintah pusat di daerah sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014.”

Program MBG Dinilai Unik

Wihaji juga mengajak masyarakat untuk mengapresiasi program peningkatan kualitas gizi nasional tersebut.

Menurutnya program MBG untuk kelompok 3B merupakan program yang unik dan tidak ditemukan di negara lain.

Ia mengatakan, “Setelah kita mendistribusikan MBG, harapannya anak-anak kita tumbuh lebih baik. Di dunia ini ada banyak program MBG, tetapi yang secara khusus menyasar 3B hanya ada di Indonesia.”

Sementara itu Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyampaikan bahwa pelaksanaan program MBG di daerahnya berjalan dengan baik.

Saat ini Kota Pontianak memiliki 63 dapur yang melayani hampir 140 ribu porsi makanan setiap hari.

Edi mengatakan, “Alhamdulillah saat ini sudah ada 63 dapur di Kota Pontianak yang melayani hampir 140 ribu porsi makanan setiap hari. Sementara ini yang kita pantau, Program MBG berjalan baik”.

Penulis :
Gerry Eka