Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

InJourney Perkuat Wisata Domestik saat Konflik Timur Tengah Picu Pembatalan Puluhan Penerbangan ke Bali

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

InJourney Perkuat Wisata Domestik saat Konflik Timur Tengah Picu Pembatalan Puluhan Penerbangan ke Bali
Foto: Direktur Commercial InJourney Veronica H. Sisilia dalam jumpa pers di Jakarta, Senin 9/3/2026 (sumber: ANTARA/Arnidhya Nur Zhafira)

Pantau - Holding BUMN Aviasi dan Pariwisata InJourney memperkuat layanan wisata domestik untuk mengantisipasi dampak konflik di Timur Tengah yang memicu pembatalan sejumlah penerbangan internasional menuju destinasi wisata utama di Indonesia.

Penyesuaian jadwal dan pembatalan rute penerbangan internasional terjadi akibat penutupan sejumlah ruang udara yang berkaitan dengan eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.

Manajemen Bandara I Gusti Ngurah Rai Denpasar, Bali, melaporkan bahwa sejak Sabtu 28 Februari hingga Rabu 4 Maret tercatat 35 penerbangan internasional batal terbang.

Direktur Commercial InJourney Veronica H. Sisilia menyatakan bahwa pembatalan penerbangan tersebut merupakan dampak yang tidak dapat dihindari dari kondisi geopolitik global.

Ia mengatakan, "Sudah pasti penerbangan ada cancellation dan lain sebagainya, itu pasti impact, tidak mungkin tidak impact. Tetapi kami percaya di sektor industri pariwisata cukup kuat, wisata domestiknya".

Optimisme Pariwisata di Tengah Ketidakpastian Global

Veronica H. Sisilia yang akrab disapa Tata menyampaikan bahwa InJourney tetap optimistis sektor aviasi dan pariwisata Indonesia masih dapat bertumbuh meskipun menghadapi ketidakpastian geopolitik global.

Optimisme tersebut didukung oleh momentum libur panjang pada kuartal pertama tahun 2026 yang diperkirakan mendorong peningkatan perjalanan wisata.

Periode libur tersebut meliputi momentum Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 yang biasanya meningkatkan mobilitas masyarakat.

Selain itu terdapat libur Tahun Baru Imlek yang juga berkontribusi terhadap peningkatan pergerakan wisatawan.

Momentum perjalanan wisata juga diperkirakan meningkat pada periode libur Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Libur Hari Raya Nyepi juga diprediksi menjadi faktor tambahan yang memperkuat pergerakan wisatawan domestik.

Wisata Domestik Jadi Penopang Utama

Tata menjelaskan bahwa sektor pariwisata tetap dipengaruhi berbagai faktor global seperti volatilitas harga energi dan pergerakan nilai tukar.

Ia mengatakan, "Dari sektor pariwisata sendiri, apa pun yang terjadi sampai hari ini, volatilitas di harga energi, nilai tukar dan lain sebagainya pasti itu impact".

Meski menghadapi tantangan global, proyeksi pertumbuhan wisatawan tetap menunjukkan tren positif sepanjang tahun.

Tata menyebutkan proyeksi pertumbuhan wisatawan yang masuk pada 2025 hingga penutupan Desember diperkirakan mencapai sekitar 14,4 persen.

Ia menegaskan, "Tapi, kita masih melihat forecast pertumbuhan wisatawan yang masuk di 2025, penutupan di Desember itu sekitar 14,4 persen, dan kami berharap wisata domestik masih kuat".

Untuk memanfaatkan momentum libur panjang Idul Fitri dan Nyepi, InJourney melalui ekosistem perusahaannya menyiapkan berbagai penawaran dan layanan bagi masyarakat.

Langkah tersebut dilakukan agar masyarakat tetap dapat menikmati masa liburan meskipun terdapat dampak dari konflik global terhadap sektor penerbangan.

Tata menegaskan, "Kami ingin sebagai penyedia jasa, semua orang menikmati libur Lebaran ini dengan hati yang senang. Bisa pulang mudik, jalan-jalan bersama keluarga, naik pesawat, dan sebagainya, itu yang kami tekankan untuk situasi saat ini".

Penulis :
Arian Mesa