
Pantau - Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Christina Aryani bertemu dengan Duta Besar Republik Indonesia untuk Jerman Abdul Kadir Jailani untuk membahas peluang penempatan pekerja migran Indonesia melalui program pendidikan vokasi Ausbildung di Jerman.
Pertemuan tersebut membahas kemungkinan pemanfaatan program Ausbildung sebagai jalur bagi pekerja migran Indonesia untuk bekerja sekaligus meningkatkan keterampilan di negara tersebut.
"Tadi Pak Dubes menyampaikan mengenai program Ausbildung yang memang kami juga melihat sebagai peluang menjanjikan dan bisa menjadi entry point bagi pekerja migran Indonesia untuk bekerja di Jerman," ungkap Christina Aryani.
Program Ausbildung merupakan pendidikan vokasi di Jerman yang menggabungkan pembelajaran teori dan praktik kerja langsung di industri dengan komposisi sekitar 30 persen teori dan 70 persen praktik.
Model pendidikan tersebut memungkinkan peserta memperoleh pengalaman kerja sekaligus kompetensi yang dibutuhkan industri di Jerman.
Usulan Kementerian P2MI Jadi Pengampu Program
Duta Besar RI untuk Jerman Abdul Kadir Jailani mendorong agar Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia dapat menjadi pengampu atau sektor utama dalam pengembangan serta pengelolaan program Ausbildung bagi calon pekerja migran Indonesia.
Christina Aryani menyambut baik usulan tersebut dan menegaskan bahwa perlindungan bagi pekerja migran Indonesia tetap menjadi prioritas utama pemerintah.
"Kami tentu menyambut baik usulan tersebut. Bagi Kementerian P2MI, yang terpenting adalah memastikan setiap pekerja migran Indonesia yang berangkat ke luar negeri mendapatkan pelindungan yang optimal," ujarnya.
Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia juga menyatakan kesiapan untuk berdialog lebih lanjut dengan Pemerintah Jerman serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Dialog tersebut bertujuan merancang mekanisme kerja sama yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
"Kami siap membangun skema kerja sama yang baik agar program ini dapat berjalan dan memberikan akses yang lebih luas bagi pekerja migran Indonesia untuk bekerja secara profesional di Jerman," kata Christina.
Potensi Tenaga Kerja dan Kebutuhan Industri
Selain program Ausbildung, pertemuan tersebut juga membahas potensi kebutuhan tenaga kerja di sektor industri semikonduktor di Jerman yang masih akan dikaji lebih lanjut.
Christina Aryani menilai Indonesia memiliki potensi besar dalam penyediaan tenaga kerja terampil dari berbagai institusi pendidikan vokasi.
Ia menyebut terdapat sekitar 12 kementerian dan lembaga di Indonesia yang memiliki sekolah vokasi.
"Ada sekitar 12 kementerian dan lembaga yang memiliki sekolah vokasi. Ini menjadi potensi suplai tenaga kerja terampil yang sangat besar. Tinggal bagaimana kita mendesain program dan memastikan kompetensi pekerja migran kita sesuai dengan kebutuhan industri di luar negeri," ujarnya.
Program Ausbildung merupakan pelatihan vokasi resmi di Jerman yang menggabungkan pembelajaran teori di sekolah kejuruan Berufsschule dan praktik kerja langsung di perusahaan melalui sistem ganda.
Dalam sistem tersebut peserta biasanya bekerja selama tiga hari di perusahaan dan belajar dua hari di sekolah.
Durasi program Ausbildung berlangsung sekitar dua hingga tiga setengah tahun.
Peserta yang disebut Azubi mendapatkan gaji bulanan selama masa pelatihan serta memperoleh pelatihan tanpa biaya.
Setelah menyelesaikan program, peserta mendapatkan gelar profesional Fachkraft yang memungkinkan mereka bekerja di Jerman.
- Penulis :
- Leon Weldrick







