Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

89.228 Personel Dikerahkan dalam Operasi Ketupat 2026 untuk Amankan Mudik Lebaran

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

89.228 Personel Dikerahkan dalam Operasi Ketupat 2026 untuk Amankan Mudik Lebaran
Foto: Tangkapan layar Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri Komjen Pol. Karyoto saat rapat dengar pendapat dengan Komisi III DPR RI di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu 11/3/2026 (sumber: YouTube/TVR Parlemen)

Pantau - Kepala Badan Pemelihara Keamanan Polri Komisaris Jenderal Polisi Karyoto menyampaikan sebanyak 89.228 personel Polri dilibatkan dalam Operasi Ketupat 2026 guna memastikan keamanan dan kelancaran arus mudik serta arus balik Idul Fitri 1446 Hijriah.

89.228 Personel Amankan Arus Mudik Lebaran

Karyoto menyampaikan hal tersebut dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi III DPR RI di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu 11 Maret 2026.

Ia menjelaskan bahwa Operasi Ketupat merupakan operasi kepolisian terpusat yang bertujuan menjaga keamanan, ketertiban, serta kelancaran lalu lintas selama periode mudik dan balik Lebaran.

"Operasi Ketupat dengan sandi Ketupat 2026 dilaksanakan selama 13 hari, terhitung mulai 13 Maret dan berakhir pada 25 Maret 2026. Total personel Polri yang dilibatkan adalah 89.228 personel," kata Karyoto.

Operasi tersebut juga bertujuan menjamin keamanan masyarakat selama menjalankan ibadah puasa dan merayakan Idul Fitri.

Selain itu, operasi dilakukan untuk menurunkan angka kriminalitas yang biasanya meningkat selama musim mudik.

Karyoto menegaskan bahwa operasi tersebut juga bertujuan mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, serta kelancaran lalu lintas.

"Operasi ini juga bertujuan memastikan masyarakat dapat merayakan Lebaran dengan aman, nyaman, tertib baik dalam perjalanan maupun saat berada di tempat tujuan dengan berbagai macam aktivitasnya," ujarnya.

Didukung TNI dan Instansi Terkait

Operasi Ketupat 2026 tidak hanya melibatkan personel Polri, tetapi juga didukung oleh TNI, Dinas Perhubungan, Satuan Polisi Pamong Praja atau Satpol PP, serta berbagai instansi terkait lainnya.

Personel gabungan tersebut dikerahkan untuk mengamankan jalur utama transportasi seperti terminal, stasiun, pelabuhan, bandara, serta pusat keramaian lainnya.

Aparat juga mendirikan berbagai pos pengamanan dan pos pelayanan di sejumlah titik strategis untuk membantu para pemudik selama perjalanan.

"Pos-pos pengamanan dan pelayanan didirikan di berbagai titik strategis untuk memberikan bantuan kepada para pemudik. Selain itu, rekayasa lalu lintas seperti sistem one way, contra flow, dan pembatasan kendaraan berat juga diterapkan untuk mengurangi kemacetan," ungkapnya.

Selain pengamanan jalur mudik, polisi juga melakukan patroli rutin untuk mencegah tindak kriminal seperti pencurian, penjambretan, dan perampokan.

Aparat juga melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan dan pengemudi untuk memastikan penerapan protokol keselamatan berkendara selama perjalanan mudik.

Polisi turut memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya keamanan berkendara selama arus mudik dan balik Lebaran.

"Pos-pos pengamanan dan pelayanan didirikan di berbagai titik strategis untuk memberikan bantuan kepada para pemudik. Selain itu, rekayasa lalu lintas seperti sistem one way, contra flow, dan pembatasan kendaraan berat juga diterapkan untuk mengurangi kemacetan," kata Karyoto.

Baharkam Polri Koordinasikan Satgas Operasi

Karyoto menjelaskan bahwa Baharkam Polri memiliki peran penting dalam mendukung keberhasilan Operasi Ketupat 2026.

Baharkam Polri bertugas mengoordinasikan berbagai satuan tugas di tingkat pusat agar operasi berjalan efektif dan efisien.

"Peran Baharkam Polri dalam satuan tugas operasi pusat bertanggung jawab terhadap berbagai satgas pada bidang preemtif, preventif, dan banops bantuan operasi yang berperan langsung dalam menciptakan kondisi yang aman dan kondusif," ujarnya.

Ia juga menyampaikan sebanyak 548 personel Baharkam Polri dilibatkan dalam satuan tugas operasi pusat sebagai bagian dari dukungan terhadap pelaksanaan Operasi Ketupat 2026.

"Dari keseluruhan personel yang terlibat akan diploting penugasan pada lokasi dan tempat strategis di berbagai titik kunci untuk mengoptimalkan pengamanan selama arus mudik dan balik lebaran, di antaranya ditempatkan lokasi ibadah, tempat wisata, terminal, stasiun, rest area, bandara, dan pelabuhan," kata Karyoto.

Karyoto berharap pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 dapat membuat perjalanan mudik berlangsung aman dan lancar.

"Dengan adanya Operasi Ketupat, diharapkan perjalanan mudik menjadi lebih aman, nyaman, dan lancar sehingga masyarakat Polri merayakan Idul Fitri dengan penuh kebahagiaan bersama keluarga," ujarnya.

Penulis :
Arian Mesa